Tips Mudik – Bag. 1
Mudik Yuuuk..
Mudik adalah tradisi bangsa Indonesia setiap jelang Hari Raya Idul Fitri. Meski harus berpayah-payah mendapatkan tiket kereta api dan bis, mengeluarkan biaya besar untuk tiket pesawat, menahan capek di tengah kemacetan jalur mudik, bahkan tidak sedikit yang menantang maut dengan bersepeda motor menuju kampung halaman, tak pernah menyurutkan niat untuk mudik.
Niat mulia untuk bersilaturahim dengan sanak keluarga di kampung halaman adalah peristiwa luar biasa yang semestinya difasilitasi dengan baik oleh pemerintah. Sarana transportasi yang aman, nyaman dan jumlah yang cukup semestinya menjadi tanggungjawab pemerintah. Juga infrastruktur jalan yang mulus, lancar dan nirhambatan menjadi dambaan para pemudik.
Meski masih belum ideal, tapi tradisi menuntut untuk pulang kampung, maka sekarang tinggal para pemudiklah yang menentukan apakah perjalanan akan mudah dan nyaman, atau menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan? Termasuk keamanan rumah yang ditinggal, tentu harus menjadi perhatian selama para pemudik pergi.
Berikut adalah tips mudik yang mudah-mudahan bermanfaat buat para pembaca:
1. Niat
Awali dengan niat baik. Bukankah setiap amal akan bernilai pahala jika diniatkan untuk kebaikan? Bacalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَإِلاَّبِ للَّهِ
Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah
Dan juga doa berkendara:
أللهُ أَكْبَرُ, أللهُ أَكْبَرُ, أللهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ
مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأََهْلِ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Mahasuci (Allah) Dzat Yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu mengusasinya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami tempat kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dan ketakwaan dan amal yang Engkau ridhoi pada perjalanan kami ini. Ya Allah, ringankanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya yang jauh. Ya Allah, Engkaulah kawan (yang melindungi) perjalanan dan wakil (yang menjaga) keluarga kami. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan perjalanan dan keburukan pemandangan dan kejelekan di saat kembali, pada harta dan keluarga.
2. Menjaga Keamanan Rumah yang ditinggal mudik
Penting untuk menjaga keamanan rumah kita. Bukankah harta adalah salah satu yang diperintahkan Rasul untuk kita jaga? Setelah doa, tentu kita harus memikirkan bagaimana supaya rumah aman selama kita tinggal mudik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti: Pertama, menyampaikan kepada pengurus RT dan RW tentang rencana mudik. kedua, menitipkan atau meminta bantuan kepada tetangga terdekat untuk mengecek keamanan rumah. Ketiga, jika memungkinkan ada kerabat dekat yang tinggal di rumah selama kita mudik, atau minimal menengoknya setiap hari.
3. Pengamanan extra untuk rumah
Pengamanan ekstra yang dimaksud bisa terkait alat pengamanan tambahan atau keamanan terhadap benda-benda yang perlu berharga. Misalnya, pastikan alat-alat listrik dan elektronik dalam keadaan mati atau aman, begitu juga dengan kompor gas. Lampu depan dan lampu taman sebaiknya menyala atau lebih bagus lagi bila menyala secara otomatis dengan sensor cahaya. Gembok tambahan untuk pintu rumah dan garasi, penting untuk digunakan. Pasang kamera perekam di bagian-bagian tertentu rumah anda untuk mematahkan niat orang yang ingin berbuat jahat dan juga untuk alat petunjuk bila terjadi kejahatan.
Selanjutnya baca : Tips Mudik – Bag. 2