Puncak Hari Tani Nasional PKS, AMY Tekankan Swasembada Pangan Harus Sejahterakan Petani

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (AMY) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (AMY) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman

PRINGSEWU, LAMPUNG — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) menegaskan bahwa swasembada pangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan keluarga petani. 

Ketahanan pangan nasional tidak cukup diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga dari kemampuan petani memperoleh penghidupan yang layak dari hasil pertaniannya.

Hal tersebut disampaikan AMY dalam Puncak Peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang diselenggarakan Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPP PKS di Pringsewu, Lampung, Ahad (25/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, serta Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan Riyono Caping. 

Sekitar 10 ribu peserta menghadiri acara tersebut setelah sebelumnya mengikuti kegiatan fun walk sebagai pembuka rangkaian peringatan.

AMY menyampaikan bahwa PKS mendukung agenda ketahanan dan swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Namun, ia berharap berbagai kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani.

“Kita ingin swasembada pangan tidak hanya berarti meningkatnya produksi nasional, tetapi juga meningkatnya kesejahteraan keluarga petani. Pangan harus tersedia dan terjangkau bagi rakyat, sekaligus memberikan penghidupan yang layak bagi petani,” ujarnya.

Menurut AMY, keberhasilan pembangunan sektor pertanian perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan pangan bagi masyarakat hingga peningkatan pendapatan dan kualitas hidup para petani. 

Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi penopang produksi pangan nasional, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang sepadan dengan kontribusinya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan industri pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Pringsewu adalah pengolahan singkong menjadi tepung modified cassava flour (mocaf).

“Petani jangan hanya menjadi penghasil bahan mentah. Petani harus memiliki kesempatan menikmati nilai tambah dari hasil pertaniannya,” tegas AMY.

Menurutnya, pengembangan produk olahan berbasis komoditas lokal dapat membuka peluang usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan petani. 

Karena itu, penguatan sektor pertanian perlu disertai dengan pengembangan industri pengolahan, inovasi produk, serta akses pasar yang lebih luas.

Selain kesejahteraan ekonomi, AMY menekankan pentingnya membangun kebanggaan generasi muda terhadap profesi petani. Regenerasi petani menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

Ia berpesan kepada anak-anak petani agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka.

“Kepada anak-anak petani, jangan pernah merasa rendah diri karena orang tua kalian bekerja di sawah dan ladang. Dari keluarga petani telah lahir banyak pemimpin, ilmuwan, pengusaha, dan tokoh bangsa,” pesannya.

AMY berharap generasi muda dapat melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan, terutama apabila didukung teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan akses pendidikan yang memadai. 

Dengan demikian, anak-anak petani memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Menutup pesannya dalam peringatan Hari Tani Nasional 2026, AMY menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus menempatkan petani sebagai subjek utama, bukan sekadar pelaksana produksi pangan.

“Kita ingin petani tidak hanya kuat bekerja, tetapi juga kuat secara ekonomi. Kita ingin anak petani tidak hanya mewarisi lahan, tetapi juga mewarisi masa depan yang penuh harapan. Dan kita ingin Indonesia bukan hanya menjadi bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya, tetapi juga bangsa yang memuliakan para petaninya,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Tani Nasional 2026, PKS mendorong penguatan ketahanan pangan yang berorientasi pada kesejahteraan petani, pengembangan nilai tambah produk pertanian, dan regenerasi petani agar sektor pertanian Indonesia semakin produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.