Praktisi Urban Farming: Peran Anak Muda Penting dalam Ketahanan Pangan Bangsa
Jakarta -- Praktisi Urban Farming Zulhaq Ramadhan meyakini bahwa peran anak muda dalam ketahanan pangan adalah penting terutama di bidang pertanian salah satunya urban farming.
"Sebenarnya kemauan dan kreativitas yang tinggi ini ada dalam diri anak muda. Kalau semakin banyak anak muda yang terhun ke urban farming saya yakin percepatan dunia pertanian ini akan luar biasa," ujar Zulhaq dalam PKS Muda Talks yang bertajuk "Saatnya Pemuda Menjaga Ketahanan Pangan Bangsa", Rabu (13/05/2020).
Zulhaq mengungkapkan adanya tugas yang harus diselesaikan bersama demi kelangsungan ketahanan pangan Indonesia dalam hal regenerasi petani.
"Ini menjadi tugas untuk kita semua ya, bagaimana menumbuhkan petani milenial. Karena menurut data Kementrian Pertanian, itu anak muda yang bergerak di bidang pertanian hanya 8 persen atau sekitar 2,7 juta orang, selebihnya petani kolonial," ungkap Zulhaq.
Dia bercerita ada beberapa mahasiswa magang dan berkuliah di fakultas pertanian yang ditanya terkait prospek bekerja menjadi petani, sekitar 92 persen menjawab tidak.
"Setiap tahun kami menerima mangang dari beberapa universitas. Kebanyakan mereka yang kuliah di pertanian sebetulnya adalah pilihan terakhir karena keterimanya di pertanian makanya dijalankan saja," ucap Zulhaq.
Alasan pertama, imbuh Zulhaq, masalah kesejahteraan dan yang kedua idealismenya sangat sedikit anak muda kita yang berpikir tentang ketahanan pangan suatu negara.
"Saya yakin banyak generasi kita, generasi setelah saya yang kehilangan sentuhan terhadap tanaman atau terhadap urban farming," tandas Zulhaq.