Berita PKS

PKS: Sisa 1.7 Juta Beras Impor Tahun 2018, Masih Mau Impor 2021?

16 Mar 2021 | 09:52 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

JAKARTA  -- Carut marutnya kebijakan pangan nasional khususnya beras semakin terbuka di publik. Pengakuan Kepala Bulog Budi Waseso dalam RDP bersama DPR hari Senin (15/3/2021) bahwa dari impor 2018 sebanyak 1.785.450 beras sampai sekarang masih ada tersisa 275.811 ton beras belum tersalurkan. Dari jumlah tersebut, 106.642 ton di antaranya merupakan beras turun mutu.

"PKS apresiasi informasi Bulog yang penting ini, ternyata sisa beras impor 2018 masih ada. Terus Presiden buat kebijakan impor 1 juta ton buat apa? Cadangan Maret 2020 masih ada 900 ribu ton. Prediski panen 2021 juga ada sisa stok 1 juta ton lebih. Sekali lagi, impor ini untuk siapa?" tanya Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP PKS Riyono dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Kebijakan impor ini akan dilakukan ditengah kondisi sektor pertanian yang berkinerja bagus. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor sektor pertanian pada periode Januari dan Februari 2021 mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar US$ 0,65 miliar atau 8,81% (yoy). Lalu khusus bulan Februari 2021, nilai ini tumbuh di angka 3,16% (yoy).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi mencapai 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2020, naik tipis 0,08 persen atau 45.170 ton dari produksi pada 2019 yang sebesar 54,60 juta ton.

Jika dikonversikan menjadi beras, maka sepanjang 2020 produksi beras mencapai 31,33 juta ton. Realisasi ini naik tipis 0,07 persen atau 21.460 ton dari produksi beras di 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.

Peningkatan produksi akan bisa naik di 2021. BPS mencatat potensi produksi padi dalam negeri selama Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 25,37 juta ton gabah kering giling (GKG).

Angka potensi ini 26,88 persen atau 5,37 juta ton dibandingkan produksi padi di periode yang sama tahun 2020 yang sebesar 19,99 juta ton GKG.

Bila dikonversikan, maka selama Januari-April 2021 potensi produksi beras mencapai 14,54 juta ton, naik 3,08 juta ton atau 26,84 persen dari periode yang sama di 2020 yang sebesar 11,46 juta ton.

Adapun pada Januari 2021 produksi padi sudah terealisasi sebanyak 2,06 juta ton GKG, serta realisasi produksi beras sebanyak 1,18 juta ton

"Masih ada surplus beras petani di 2020 dan proyeksi 2021. Ini prestasi petani yang harus dihargai pemerintah, harusnya dikasih kado bagus dengan menjaga HPP agar stabil dan jika perlu dinaikkan. Petani dan sektor pertanian saat pandemi menjadi penyelamat ekonomi nasional. Terus apa penghargaan pemerintah ke petani? Impor beras? Sangat menyakitkan," tutup Riyono.