PKS : Pak Jokowi Jangan Diam Soal Ribut Impor Beras

Jakarta-- kisruh kebijakan impor beras sampai klimak. Menteri Perdagangan M Lutfi siap mundur jika salah dalam kebijakan impor yang diinformasikan sudah diambil sebelum M Lufti di tunjuk Jokowi. Kepala Bulog Budi Waseso lapor Presiden bahwa penugasan impor ke Bulog mendadak dan saat ini sisa impor 2018 masih ribuan ton di gudang Bulog terancam rusak serta bisa menimbulkan kerugian. Saat ini harga gabah dipetani mulai turun, dari harga 3500 - 3700/kg dari yang biasanya 4200/kg. 

"Manajemen dan politik pangan nasional kita semakin tidak jelas, inkordinasi antar lembaga dalam pemerintahan yang simpang siur membuat sebuah kebijakan bias siapa yang akan bertanggungjawab" tutur Riyono Ketua DPP bidang Tani dan Nelayan

Bahkan para menteri bersilang pendapat terkait kebijakan impor, ini sangat aneh dan tentu merugikan kepentingan masyarakat luas. Kenapa ini terjadi? Semoga bukan soal kepentingan rente dalam impor beras yang memang sangat menggiurkan. 

"Presiden Jokowi harusnya segera bersuara mengakhiri polemik impor beras di level pembantunya, jangan biarkan para mentri membuat publik semakin binggung" pinta Riyono. 

PKS dari sejak awal menolak rencana impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah sebagai wujud nyata membela petani. Saat ini panen raya petani sudah berjalan, efek kebijakan ini sudah dirasakan oleh petani dengan harga gabah yang semakin turun.