PKS: Pak Jokowi, Harga Gabah Petani Anjlok karena Kebijakan Impor
SEMARANG - Kritik keras dari kampus yang menyatakan tidak ada alasan kuat dan faktual untuk melakukan impor beras. Impor 1 - 1.5 juta ton beras membuat semakin lemah petani Indonesia serta hancurnya harapan kedaulatan pangan nasional yang dijanjikan oleh Presiden Jokowi di periode pertama.
"Kebijakan impor beras 1 - 1.5 juta ton tidak memiliki alasan akademik dan faktual serta membuat harga gabah petani yang akan panen menjadi anjlok, harusnya Presiden sadar efek impor ini," kata Ketua DPP PKS Bidang Tani dan Nelayan Riyono, dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).
Saat ini para petani sudah mulai panen, beras impor belum datang saja sudah dirasakan efeknya sampai ke petani. Dampak kebijakan impor beras ini sistemik dan terstruktur, di level nasional adalah melemahkan spirit kedaulatan pangan, semakin tergantungnya kebutuhan pangan dengan impor berbagai pangan strategis dan bisa berujung kepada lemahnya ketahanan nasional kita.
"Urusan pangan adalah urusan strategis nasional, jangan kita bergantung kepada asing. Kalau semua kebutuhan pokok dipenuhi dengan impor maka akan merusak mental petani kita," kata Riyono.
Pengaruh di level perdagangan akan merusak harga beras di pasar tradisional, psikologi pasar hancur karena kebijakan beras impor. Banyak pedagang beras kecil yang rugi karena harga beras anjlok.
"Pak Presiden Jokowi harga gabah di petani saat ini anjlok, harga per kg Gabah Kering Panen yang di patok pemerintah dengan HPP 4200 di level petani kisaran 3000 - 3600/kg. Contoh di Pekalongan Jateng harga gabah hanya 3500, di Kab Pangandaran Jabar harga biasanya bisa 5000 sekarang hanya 3700, di Jatim Kab Malang harga 3800 padahal sebelumnya bisa tembus 5000/kg" terang Riyono.
Jeritan petani padi yang akan panen mulai menggema sejak kenaikan harga pupuk yang saat ini hasil panen tidak cukup untuk biaya produksi. "Kalau hasil panen harganya jeblok trus petani mau bayar sekolah dan kebutuhan harian dari mana? petani kecil dengan luas lahan 0.5 Ha bisa dapat 3.5 ton dengan nilai uang 12.2 juta untuk 3 bulan. Jika dikurangi ongkos produksi petani bisa minus," kata Riyono.
PKS meminta Presiden Jokowi membatalkan kebijakan impor beras yang jelas - jelas merugikan petani. "Kalau gak dibatalkan, pertanyaannnya Presiden membela petani mana? Indonesia apa asing?" Tutup Riyono