PKS Lampung Dorong Kawasan Industri Rumah Tangga Berbasis Alumunium

Bandar Lampung (18/1) - Pertemuan antara kader dan simpatisan serta konstituen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Fraksi PKS DPRD Lampung di Lampung Timur yang terangkum dalam Fraksi PKS Road to 15 Kota/Kabupaten setidaknya terdapat 3 (tiga) manfaat. Pertama, menjadi sarana silaturahim antara kader, simpatisan dan konstituen PKS dengan anggota dewan di Fraksi PKS yang mereka pilih baik dalam daerah pemilihannya maupun diluar daerah pemilihannya. Kedua, menjaga soliditas dan membangun kebersamaan antara elemen partai, baik struktur, kader maupun simpatisan dengan Fraksi PKS dan ketiga menjadi jembatan informasi dan serap aspirasi antara struktur, kader dan simpatisan/konstituen dengan Fraksi PKS.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Lampung dari Fraksi PKS Johan Sulaiman, disela-sela acara Fraksi PKS Road To 15 Kota/Kabupaten (RT15KoKab), di Aula Yayasan Baitul Muslimin Lamtim, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Sabtu (18/1).

Dalam agenda tersebut terangkum beberapa masukan, saran dan informasi berharga dari peserta RT15KoKab, diantaranya perihal kerawanan keamanan, infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Salah satu informasi menarik adalah adanya harapan tentang hadirnya kawasan industri rumah tangga berbasis alumunium," kata Johan.

Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Lampung ini menambahkan, bahwa awalnya penggagas ide ini adalah pengusaha wajan (penggorengan) yang berfikir bagaimana agar di lingkungan sekitar usahanya mendapatkan kemanfaatan dari usaha wajannya.

"Tercetuslah kemudian ide adanya kawasan industri rumah tangga berbasis alumunium di Way Jepara Lampung Timur dimana disekitar pabrik pembuatan wajan juga berkembang usaha-usaha produksi lain berbahan baku alumunium, seperti sendok-garpu, onderdil sepeda dan lain sebagainya," tambah Johan.

Ide dan saran ini, lanjut Johan, tentu harus disambut dan kemudian di dorong agar berkembang kawasan industri rumah tangga berbasis alumunium. "Kami yakin Pemerintah Daerah sangat berkepentingan dengan hadirnya kawasan industri semacam ini di Provinsi Lampung khususnya di Lampung Timur dalam upaya mengurangi angka kemiskinan," ujar penggemar olahraga bulu tangkis ini.

Sementara itu salah satu peserta Fraksi PKS RT15KoKab yang juga seorang pengusaha wajan, H Wawan, menyampaikan kekhawatirannya mengenai kondisi Usaha Mikro Kecil damn Menengah (UMKM) di Lampung yang secara umum dinilai belum siap berkompetisi pada MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015 ini. "Pemerintah harus mengantisipasi dengan melakukan intervensi dan insentif-insentif tertentu, salah satunya dengan kemudahan perizinan bagi UMKM," kata H Wawan.

Sebelumnya, dalam acara RT15Kokab ini, rombongan Fraksi PKS DPRD Lampung juga meninjau pabrik produksi wajan Cap Gajah milik Haji Wawan.

Sumber: Humas PKS Lampung