Berita PKS

PKS Konsisten Bantu Persoalan Pekerja Migran Indonesia

21 Dec 2021 | 13:42 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail

Bogor -- DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan Peringatan Hari Migran Internasional 2021 di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, Ahad (19/12/2021). Peringatan ini sebagai bentuk komitmen dan penghargaan PKS kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi dan manfaat kepada Negara.

Acara ini dilaksanakan secara daring dan luring di lima negara, Malaysia (2 titik), Hongkong, Korea Selatan, Jepang, dan Arab Saudi dan enam titik di dalam negeri Cirebon, Ponorogo, Purwakarta, Madiun, Lombok dan Banjarnegara.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Wakil Ketua Majelis Syura PKSSuharna Surapranata, MT, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS Martri Agoeng dan Anggota Komisi IX FPKS DPRRI Kurniasih Mufidayati.

Martri Agoeng menjelaskan, Bidang Ketenagakerjaan memiliki fokus untuk membantu berbagai macam persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak sebelum keberangkatan maupun usai menjadi purna pekerja migran dan kembali ke kampung halaman.

Ia mencontohkan ada kegiatan pelatihan rutin seperti otomotif dan digital marketing di Pamijahan, Bogor dan di Ponorogo.

"Peringatan Hari Pekerja Migran Internasional ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PKS kepada para PMI, baik yang masih bekerja maupun yang sudah purna. PKS akan terus berusaha membantu PMI agar bisa menjadi lebih baik lagi dengan memberikan pelatihan yang berguna untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian para PMI," ungkap Martri.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menambahkan, visi PKS adalah menjadi Partai Islam Rahmatan lil ‘alamiin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Termasuk peran PMI adalah tidak terpisahkan di dalamnya untuk PKS terus melayani para pekerja migran kita agar mendapatkan perlindungan sebelum, selama dan usai bekerja di luar negeri," ungkap dia.

Kurniasih Mufidayati mengatakan, berbagai macam program dan kebijakan sudah dilakukan melalui DPR untuk PMI seperti pendampingan kewirausahaan keluarga PMI, advokasi dan pendampingan pengaduan, pembagian masker gratis, menjenguk PMI yang sedang sakit, program tenaga kerja mandiri untuk Purna PMI dan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Daerah Asal PMI seperti di Ponorogo, Madiun dan Lombok NTB.

Terakhir, dalam sesi dialog, banyak permasalahan-permasalahan di lapangan yang seringkali luput dari perhatian dan kebijakan pemerintah. Mufida menegaskan akan memperjuangkan secara maksimal semua aspirasi yang telah di sampaikan oleh PMI tersebut, agar mendapat perhatian yang serius dari pemerintah.

Pada akhir acara sekaligus diberikan apresiasi dan KTA PKS kepada PMI yang masih bekerja maupun yang sudah purna beserta keluarganya secara simbolis. Pemberian apresisasi dan KTA PKS secara simbolis dilakukan oleh Martri Agoeng disaksikan Presiden PKS dan Wakil Ketua Majelis Syura.