PKS Desak Pemerintah Ambil Langkah Korektif Hadapi KLB Campak

Ketua DPP PKS Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Kurniasih Mufidayati.
Ketua DPP PKS Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Kurniasih Mufidayati.

JAKARTA - Ketua DPP PKS Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Kurniasih Mufidayati, menyebut kejadian luar biasa (KLB) campak yang tercatat sebanyak 46 kasus di 14 provinsi sepanjang 2025 menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk segera melakukan langkah korektif demi melindungi kesehatan anak-anak bangsa.

“Situasi KLB campak menjadi alarm bagi pemerintah dan semua pihak untuk segera melakukan langkah-langkah korektif agar kesehatan anak-anak Indonesia tidak terancam,” ujar Kurniasih dalam pernyataannya, Kamis (28/8/2025).

Ia menegaskan, meningkatnya KLB campak menunjukkan menurunnya capaian imunisasi dalam beberapa tahun terakhir. Faktor penyebabnya antara lain dampak pandemi Covid-19 yang mengganggu layanan imunisasi, minimnya sosialisasi, serta rendahnya edukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

Kurniasih mendorong pemerintah lebih agresif memperkuat pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat, termasuk menggenjot kembali program imunisasi melalui kampanye nasional masif yang melibatkan organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga lembaga pendidikan.

“Jika tidak segera ditangani, 23.128 kasus suspek yang sudah terdeteksi hingga Agustus ini berpotensi terus meningkat dan menimbulkan komplikasi serius kepada para penerus bangsa,” tegasnya.

PKS menekankan pentingnya peningkatan cakupan imunisasi secara nasional dengan memastikan ketersediaan vaksin hingga pelosok, edukasi publik yang masif, serta penguatan sistem surveilans kesehatan. Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat juga diperlukan agar pencegahan KLB berjalan lebih efektif dan menyeluruh.