PKS Cetak 5.000 Duta Tani Nasional, Siap Dampingi 100 Ribu Petani dan Nelayan Menuju Kedaulatan Pangan
Madiun, Sabtu (20/6/2026) — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi bagi petani, peternak, dan nelayan di seluruh Indonesia melalui program Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training for Trainer (TFT) Instruktur STTN Wilayah Jawa-Nusra yang digelar di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu (20/6/2026).
Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan sekaligus anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mengatakan bahwa petani dan nelayan memiliki peran strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional sebagaimana menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.
“Keberhasilan kedaulatan pangan, khususnya komoditas beras, tidak lepas dari peran penyuluh serta politik anggaran negara yang berpihak kepada petani dan nelayan,” ujar Riyono.
Menurutnya, PKS telah menjadikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai salah satu fokus perjuangan selama hampir dua dekade. Hal tersebut didasarkan pada besarnya kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Problem bangsa ini sebagian besar berkaitan dengan kondisi petani dan nelayan. Jika mereka sejahtera, maka ekonomi akan tumbuh dan negara akan semakin maju,” katanya.
Riyono menjelaskan, STTN merupakan program strategis nasional PKS yang berfokus pada pelayanan, pemberdayaan, dan advokasi bagi petani, peternak, dan nelayan agar mampu meningkatkan kapasitas usaha serta mewujudkan keluarga yang sejahtera.
Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 47 trainer wilayah dari kawasan Jawa dan Nusa Tenggara mendapatkan pembekalan teori maupun praktik lapangan mengenai model pemberdayaan STTN. Para peserta menerima materi dari pakar dan praktisi di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, di antaranya budidaya padi di rooftop rumah, peternakan domba, melon hidroponik, serta budidaya ikan air tawar.
“Para Duta Tani dilatih untuk menjadi trainer yang nantinya dapat menularkan ilmu dan pengalaman kepada masyarakat di daerah masing-masing. Setelah ini mereka akan melanjutkan pelatihan di tingkat kabupaten dan kota untuk menyiapkan para aktivis yang akan terjun langsung mendampingi petani di sawah, tambak, maupun nelayan di pesisir,” jelas Riyono.
Ia menambahkan, STTN menargetkan terbentuknya jaringan pemberdayaan hingga tingkat desa dan kelurahan. Selain meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, program tersebut juga diarahkan untuk mendorong hilirisasi produk pertanian serta meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak keluarga petani dan nelayan.
“Pada gelombang pertama ini ada 47 orang yang kami lantik. Awal Agustus mendatang, kami akan melantik Duta Tani tingkat kabupaten/kota secara serentak di seluruh Indonesia dengan target 5.000 Duta Tani yang akan mendampingi sekitar 100.000 petani, peternak, dan nelayan,” tutup Riyono.