Pengamat Politik Sebut PKS Mampu Menjaga Tren Elektabilitas Sebagai Partai Oposisi

(ki-ka) Ketua DPP PKS Bidang Humas Ahmad Mabruri, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago dan Ketua DPP PKS Bidang Polhukam Almuzammil Yusuf dalam diskusi di sela-sela Rakernas PKS, Selasa (1/2) (PKSFoto)
(ki-ka) Ketua DPP PKS Bidang Humas Ahmad Mabruri, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago dan Ketua DPP PKS Bidang Polhukam Almuzammil Yusuf dalam diskusi di sela-sela Rakernas PKS, Selasa (1/2) (PKSFoto)

JAKARTA -- Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menyebut tren elektabilitas PKS terus naik dan terjaga dengan baik.

Menurut hasil survei Voxpol Center, ada peningkatan elektabilitas dari 8,7 persen di urutan empat besar menjadi 9,4 persen di urutan tiga besar.

"Potensi tren elektoral PKS bagus, dalam pertarungan kontestasi elektroal perkaranya bukan menang kalah tapi bagaimana tren elektabilitas ini dijaga dengan baik," papar Pangi dalam Diskusi di sela-sela Rakernas PKS 2022 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/2/2022).

Menurut Pangi, PKS mampu memaksimalkan peran oposisi yang baik dan bisa mengambil sentimen empati publik.

"Ada isu-isu yang menyenangkan bagi publik dan jadi selera publik dan itu tidak bisa diperjuangkan oleh partai-partai yang ada di pemerintahan," terang dia.

Dalam konteks Pilpres, Pangi melihat komposisi nasionalis-religius dan militer-sipil memiliki kans yang sangat kuat.

Bagi Pangi, baik dari latar belakang berbeda modal yang dimiliki oleh capres saat ini adalah racikan elektoral calon yang diusung oleh partai. "Jika calonnya potensial maka partai manapun akan merapat sehingga relevansi nasionalis-religius masih bagus," ungkap dia.

Ketua DPP PKS Bidang Polhukam Almuzammil Yusuf menambahkan, PKS terus melakukan politik anjangsana atau politik silaturahim untuk membuka ruang-ruang dialog dengan partai politik lain.

PKS tidak menutup komunikasi politik sebab saat ini realitas politik dalam pemilihan presiden dengan ambang batas 20 persen mengharuskan partai-partai untuk berkolaisi.

"Dialog ini sebagai bentuk kolaborasi. Tentu nanti akan dipilih yang terkuat secara realistis. Jika dikatakan nasionalis-religius masih relevan maka PKS yang dipersepsikan religius bisa saja menawarkan sosok yang paling kuat dari sisi elektoral mewakili religus. Tapi semua kemungkinan ini masih terbuka," papar Muzammil.

Muzammil mengatakan, Rakernas PKS 2022 bukan saja berfokus pada Pilpres tapi perjuangan untuk terus membawa semangat pelayanan ke publik.

"Seluruh anggota PKS bekerja untuk memenangkan partai di hati publik di tengah berbagai kondisi seperti covid saat ini. Kita minta seluruh anggota bisa turun dan berbicara langsung ke publik agar kiprah PKS ini terasa benar oleh mereka," sebut dia.