Pemerintah Harus Segera Sikapi Kenaikan Pertalite Sebelum Ramadhan

Jakarta (26/3) - Sekretaris Bidang Ekonomi Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup (Ekuintek-LH) DPP PKS Handi Risza menilai kenaikan harga pertalite meski dinilai sedikit tapi sangat terasa bagi masyarakat. Apalagi banyak masyarakat tidak bisa lepas dari kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

"Akan sangat berdampak. Jika pemerintah tidak responsif maka akan memicu inflasi, dampak kenaikan harga kebutuhan pokok," kata Handi di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Handi melihat kenaikan memang tidak terkesan mendadak. Memang ada penyesuaian terhadap harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Nilai tukar Rupiah juga melemah terhadap Dolar Amerika Serikat. Saat ini diketahui juga harga minyak mentah sudah hampir mencapai angka 65 per barel dolar AS.

"Masyarakat ingin beralih ke premium namun premium sendiri sudah sangat langka stoknya. Ini sangat menyulitkan masyarakat. Pemerintah harus menjaga supply daripada bahan bakar ini," kata dia.

Dampak inflasi atau kenaikan harga, kata dia, lebih lagi akan terasa menjelang bulan puasa yang tinggal sekitar dua bulan lagi. Pemerintah harus benar-benar bisa mengelola hal ini hingga satu atau dua bulan ke depan. Apalagi kebutuhan pokok seperti minyak, daging, beras dan lainnya jangan sampai langka.

"Jangan sampai ada spekulan-spekulan yang menaikkan. Ini yang tidak kita inginkan. Dalam hal ini Bulog (Badan Urusan Logistik) harus diberdayakan sehingga tidak terlalu berdampak pahit ke masyarakat," ungkapnya.

"Jangan sampai karena kepentingan politik, pemerintah lengah dalam urusan ini dan sibuk dengan pencitraan saja tanpa melihat realitas masyarakat," kata dia, menambahkan.