Pemerintah Aceh Diminta Lebih Sigap Tangani Banjir

BANDA ACEH (24/12) – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil mendesak Pemerintah Aceh untuk segera menangani banjir yang melanda wilayahnya. Menurut Nasir, selain masyarakat tidak bisa bekerja seperti biasa, banyak harta benda yang rusak parah.

”Seolah-olah tidak ada lagi yang mengurus mereka, seharusnya mereka bisa ke sekolah, bisa bekerja, beribadah, tapi karena banjir datang, semuanya hilang. Aktivitas ekonomi pun lumpuh. Ini semua harus diganti oleh Pemerintah Aceh, tidak boleh dibiarkan begitu saja,” ujar Nasir yang ditemui pewarta di Banda Aceh, Rabu (24/12).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap agar Pemerintah Aceh tidak hanya memberikan alasan kepada masyarakat, bahwa banjir sebagai musibah semata. Menurutnya, banjir yang terjadi lebih disebabkan bencana akibat kelalaian bersama.

”Saya mohon kepada Pemerintah Aceh untuk melepaskan ego-ego sektoral lainnya dan fokus menangani banjir, salah satunya dengan membangun waduk. Ini langkah yang paling tepat dilakukan untuk saat ini, di samping juga harus dilakukan pengerukan sungai-sungai yang sudah mulai dangkal dan reboisasi hutan,” saran Nasir.

Nasir menyebutkan ada beberapa penyebab banjir yang terjadi di Aceh, antara lain illegal logging, pembangunan waduk yang belum menjadi program prioritas Pemerintah Aceh, serta sungai-sungai sudah mulai mengalami pendangkalan.

”Jadi ini ada persoalan dengan alam dan persoalan dengan perilaku manusia itu sendiri. Pemerintah Aceh harus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terkait apa yang paling mungkin dilakukan. Kalau menurut saya, aksi yang mungkin dilakukan adalah pembangunan waduk, karena kalau reboisasi mungkin butuh waktu, pengerukan sungai juga butuh waktu dan biaya besar,” pungkas Nasir.

Hujan deras yang mengguyur menjelang pekan terakhir Desember 2014 berdampak pada terjadinya banjir di sejumlah daerah Provinsi Aceh. Banjir mengakibatkan ribuan rumah warga terendam dan proses belajar mengajar terpaksa dihentikan di sejumlah wilayah.

Foto: http://atjehlink.com

Sumber: Humas PKS Aceh