Orasi Kebangsaan di UMJ, HNW Ingatkan Mahasiswa agar Resapi Jati Diri Muhammadiyah
Jakarta (16/09) — Anggota DPR yang juga Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid diundang untuk menyampaikan pidato kebangsaan dihadapan ribuan Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
HNW mengingatkan mahasiswa-mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk meresapi jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang bermisi dakwah dan tajdid yang menghadirkan Islam berkemajuan.
Mereka diingatkan bahwa kini mereka bukan siswa lagi, tapi Mahasiswa di UMJ. Mereka bukan sekadar generasi milenial, generasi Y, generasi Z, atau generasi alpha, melainkan generasi muda Muhammadiyah organisasi massa yang usianya lebih tua dari Republik Indonesia, yang memiliki ideologi dasar, sejarah, visi, dan misi, yang menghadirkan keterlibatan, kemanfaatan dan kemashlahatan baik untuk warganya, keumatan, dan kebangsaan dan bahkan kemanusiaan global.
“Muhammadiyah mempunyai sejarah dan kiprah heroik sejak republik ini belum lahir. Pimpinan Muhammadiyah terlibat langsung menghadirkan dan menyelamatkan Indonesia Merdeka. Kesadaran akan sejarah dan kiprah Muhammadiyah ini mutlak harus dimiliki mahasiswa baru UMJ. Melalui Muktamar Ke-47, Muhammadiyah menegaskan jati dirinya untuk menghadirkan Islam berkemajuan. Mahasiswa baru UMJ penting untuk meresapi jati diri Muhammadiyah ini, agar bisa membangun karakter unggul, dan sekaligus membekali diri dengan faktor-faktor sukses sebagai mahasiswa di UMJ untuk disumbangsihkan bagi Umat, Bangsa dan Negara,” kata Hidayat Nur Wahid ketika menyampaikan orasi kebangsaan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Maha Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Kampus UMJ, Cirendeu, Rabu (14/09/2022).
Orasi kebangsaan ini dihadiri sekitar 3.000 mahasiswa baru UMJ dari 10 fakultas baik Kampus A UMJ Cirendeu maupun Kampus B UMJ Cempaka Putih.
Selain itu hadir Rektor UMJ Ma’mun Murod Al-Barbasy, Wakil Rektor I, Muhammad Hadi serta Pembina dan pimpinan organisasi otonom UMJ, antara lain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan, dan Tapak Suci UMJ.
Membawakan orasi kebangsaan dengan tema ‘Mahasiswa Muhammadiyah Berkemajuan: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa’,
HNW, sapaan Hidayat Nur Wahid, menjelaskan pada Muktamar ke-47 Muhammadiyah telah memutuskan menegaskan jati dirinya ber-Islam yang membawa kemajuan. Dalam Islam yang berkemajuan ada dinamika, kemandirian, kontribusi, kolaborasi, dan kemauan untuk menghadirkan kebaikan, kebenaran, kemaslahatan untuk Umat,Bangsa dan Negara.
“Dari definisi dasar Islam berkemajuan, maka akan menghadirkan sikap hidup yang membawa kemashlahatan untuk diri sendiri, masyarakat, organisasi/persyarikatan, negara, dan kemanusiaan secara menyeluruh,” ujarnya.
HNW memberi contoh tokoh dan pimpinan Muhammadiyah yang terlibat secara langsung dalam memerdekakan Indonesia diantaranya KH Mas Mansoer, K.H. Abdul Kahar Muzakir, Ki Bagus Hadikusumo, Mr. Kasman Singodimedjo.
“Tokoh-tokoh dan pimpinan Muhammadiyah itu aktif terlibat bersama tokoh-tokoh bangsa dari berbagai latarbelakang, memberi/menerima masukan, berdebat, dan mengkoreksi jika terjadi penyimpangan-penyimpangan. Muhammadiyah dan para tokohnya memberikan keteladanan. Mereka tidak diam dan tidak membiarkan kemunkaran, melainkan mengkritisinya, serta menghadirkan kemaslahatan bagi Umat, bangsa dan negara,” ujar politisi PKS ini.
HNW mengingatkan bila mahasiswa di PT Muhammadiyah tidak mempunyai spirit pemahaman yang cukup tentang Muhammadiyah baik sejarahnya, aqidahnya, kiprah kekiniannya maupun visi dan cita-cita besarnya, maka mereka tidak bisa memberikan sesuatu yang baik secara maksimal, yang bisa dikaitkan dengan Muhammadiyah.
“Mahasiswa di PT Muhammadiyah harus punya pemahaman yang baik dan benar tentang Islam berkemajuan, sehingga bisa menjadi kader penerus yang berkontribusi dan berkolaborasi menjadi bagian yang menghadirkan kemajuan berkelanjutan. Maka diperlukan kecerdasan dalam segala bentuknya.
Sebab bila mahasiswa Muhammadiyah tidak cerdas dan mencerdaskan dirinya, maka tidak bjsa dibayangkan bagaiamana ia bisa mencerdaskan masyarakat, bangsa dan negara. Kalau mahasiswa tidak mempunyai visi yang benar tentang berbangsa dan bermuhammadiyah, maka dia tidak bisa dibayangkan bisa ikut serta aktif dan produktif memajukan dan mencerdaskan bangsa,” kata HNW yang juga tercatat sebagai staf pengajar di pasca sarjana UMJ.
Menurut HNW, UMJ telah menghadirkan diri sebagai institusi yang terbukti bisa membuat mahasiswa berkemajuan. UMJ bisa membuat mahasiswa melanjutkan tradisi Muhammadiyah yang berkemajuan. UMJ bisa membuat mahasiswa cerdas sosial, intelektual dan spiritual. Sebagai buktinya, UMJ telah memenangkan kejuaraan dan lomba di tingkat nasional dan internasional.
Dalam lima tahun, 2016-2021, UMJ (sebagai juara I, II, atau III) memenangkan 87 beragam event pertandingan dan kompetisi internasional. Di tingkat nasional, UMJ (sebagai juara I, II, atau III) memenangkan 89 even pertandingan dan kompetisi.
Kepada mahasiswa baru UMJ, HNW berpesan agar memaksimalkan potensi diri dan tidak memubazirkan kesempatan berada di lingkungan UMJ.
“Kampus ini melahirkan juara-juara di tingkat nasional dan internasional. Jadi, jangan pernah memubazirkan potensi dan kesempatan berada di lingkungan UMJ. Maksimalkan seluruh potensi yang ada, maksimalkan diri anda, maksimalkan waktu, usia, dan potensi di UMJ. Itulah awal sumbangsih positif untuk kemajuan, Muhammadiyah, Umat, Bangsa dan Negara,” pungkasnya.