Orang Tua Garda Terdepan Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual

PADANG (26/3) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno memberikan apresiasi kepada Kegiatan Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN AKSA). Menurutnya, kegiatan tersebut sangat diperlukan guna mengatasi berbagai masalah kekerasan seksual terhadap anak yang demikian massif dan hampir merata terjadi di Tanah Air.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyongsong kebijakan yang ada. Banyak kita lihat sekarang pergaulan anak zaman sekarang telah melampaui norma-norma dan batas-batas agama. Sedangkan kita tahu bahwa Sumatera Barat dan Orang Minang adalah masyarakat yang memiliki prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” kata Irwan saat meresmikan GN AKSA di Gedung Engku Syafe’I Universitas Negeri Padang, Kamis (26/3).

Irwan menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam pemasalahan kejahatan seksual. Ia mengimbau kepada masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak.

“Apa sebenarnya peran orang tua? Apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua? Saya harap dalam kegiatan ini kita semua bisa mendapatkan jawaban yang tepat. Dan saya juga menambahkan bahwa dalam mendidik anak-anak sekarang tidak bisa langsung dengan “keras” lagi, karena perkembangan zaman yang mengubah pemikiran anak-anak kita,” ungkap Irwan.

Menurut Irwan, para orang tua harus kembali mengajarkan norma-norma dasar bagi anak-anaknya. Orang Minang, katanya, memiliki landasan-landasan berkeluarga. Seperti mengaji setiap maghrib, sholat berjamaah di rumah atau musholla, dan mematikan TV saat sore hari. Melalui landasan-landasan itu, anak-anak bisa mendapatkan nilai-nilai dasar agama yang kuat dan mencegah pengaruh buruk di lingkungan sekitar.

“Para orang tua juga harus memberikan penjelasan kepada anak-anak tentang bahaya dari seks bebas yang saat ini sudah menjadi kebiasaan yang salah. Entah itu korban film maupun dari video yang dapat dilihat di internet. Para orang tua harus memberikan semua itu agar nantinya para generasi muda kita ini bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dan bisa membangun Sumatera Barat yang tercinta ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Ratna Wilis menjelaskan kekerasan seksual terhadap anak semakin marak terjadi di Indonesia. Berbagai kasus kekerasan seksual muncul dengan beragam motif dan modus operasi.

“Masa depan bangsa dipertaruhkan jika tidak ada gerakan nyata. Dan GN AKSA ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua harus bersatu untuk memerangi kejahatan seksual terhadap anak di Sumatera Barat. Kami bersyukur, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan meningkat, sekitar lebih dari 120 orang, baik dari pemerintahan maupun dari umum,” tutupnya.

Sumber: Humas Pemprov Sumatera Barat