MAKNA KEMERDEKAAN DALAM ISLAM
Oleh: Dr. Hj. Aan Rohanah, Lc., MAg
Anggota Dewan Penasihat DPP PKS
Setiap muslim hendaknya memahami makna kemerdekaan dengan cara pandang Islam, agar tidak bersikap salah dalam mengisi kemerdekaaan. Sebab Islam memandang bahwa kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga berarti terbebas dari segala bentuk perbudakan kepada selain Allah, sebagaimana firman-Nya :
تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ
"...Marilah kepada satu kalimat yang sama antara kami dan kamu, bahwa
Kita tidak menyembah kecuali Allah, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan tidak menjadikan sebagian kita sebagai tuhan bagi sebagian yang lain selain Allah.'" (Ali 'Imran: 64 )
Islam memandang bahwa kemerdekaan itu mencakup kebebasan lahir dan batin. Sebab kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai bebasnya fisik dari penjajahan, perbudakan, atau tekanan lahiriah semata. Manusia bisa saja merdeka secara lahir namun tetap terjajah batinnya oleh hawa nafsu, harta, jabatan, atau ketergantungan kepada makhluk. Allah berfirman:
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ
"Adakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?" (Al-Jatsiyah: 23)
Karena itu, kemerdekaan harus mencakup dua dimensi, yaitu kebebasan lahir dari penindasan, penjajahan, dan perbudakan antar sesama manusia, sekaligus kebebasan batin dari perbudakan kepada selain Allah.
Kemerdekaan lahir dan batin hanya akan lurus dan tidak berujung pada kebebasan tanpa batas (liberalisme) jika dibingkai oleh syariat, sebagaimana ditegaskan dalam kaidah لا اله الا الله yang berarti menafikan segala bentuk penghambaan kepada selain Allah dan menetapkan penghambaan hanya kepada Allah semata.
Dengan demikian, kemerdekaan yang hakiki bukanlah kebebasan berbuat sesuka hati, melainkan kebebasan yang terikat pada aturan Allah, sehingga jiwa menjadi tenang, masyarakat menjadi tertib, dan keluarga maupun bangsa menjadi kokoh. Sebab hidup mereka berpijak pada penghambaan yang benar, bukan pada perbudakan tersembunyi kepada hawa nafsu atau sistem yang batil.
Adapun makna kemerdekaan dalam Islam sebagai berikut :
1. Merdeka dari penghambaan kepada selain Allah.
Islam mengajarkan bahwa manusia hanya boleh menyembah Allah, bukan hawa nafsu, harta, jabatan, atau manusia. Allah berfirman :
إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan." ( Al-Fatihah: 5)
2. Kemerdekaan adalah kebebasan yang bertanggung jawab.
Islam memberikan kebebasan berpikir, bekerja, dan berpendapat, tetapi kebebasan tersebut tidak boleh merugikan orang lain atau melanggar ketentuan Allah.
3. Kemerdekaan adalah kebebasan yang disertai dengan akhlak atau moral agar terbebas dari kezaliman.
Islam menolak segala bentuk penindasan, diskriminasi, dan perbudakan. Sebab setiap manusia memiliki martabat yang sama di hadapan Allah. Sehingga dalam sejarah telah terbukti bahwa Rasulullah mendorong pembebasan perbudakan dan beliau menganggap bahwa membebaskan perbudakan merupakan amal yang mulia.
4. Kemerdekaan membangun kehidupan yang baik.
Kemerdekaan menjadi kesempatan besar bagi setiap muslim untuk beribadah, menuntut ilmu, bekerja, dan memberikan manfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, umat dan bangsa. Sehingga setiap muslim hendaknya menggunakan kebebasannya untuk mewujudkan keadilan, persaudaraan, dan kemakmuran di tengah negeri tercinta ini.
Jadi dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kemerdekaan dalam perspektif Islam adalah tunduk kepada Allah, terbebas dari kezaliman dan penindasan, kebebasan yang disertai tanggung jawab dan moral serta memanfaatkan kebebasan untuk berbuat kebaikan dan menegakkan keadilan.
Dengan demikian, kemerdekaan bukan berarti bebas melakukan apa saja, melainkan kebebasan yang mengantarkan manusia kepada kehidupan yang bermartabat, adil, dan diridhai oleh Allah SWT