Hadiri Rakorwil PKS Sumatera Utara, Iskan Qolba : Jaga soliditas kader !
Medan (30/12) --- Dewan pengurus wilayah Partai keadilan sejahtera Sumatera utara (DPW PKS SUMUT) menggelar agenda Rakorwil (rapat kordinasi wilayah) di Hotel Emerald Garden, Sabtu, 28/12/2019.
Acara tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Edy rahmayadi, Ketua DPRD Provinsi Sumut Baskami Ginting, juga tokoh nasional PKS yang juga anggota DPR RI Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Iskan Qolba Lubis, Anshori Siregar dan Hidayatullah.
Acara Rakorwil ini juga di hadiri seluruh pimpinan DPTW PKS Sumut, anggota DPRD provinsi Fraksi PKS, anggota DPRD Kab/Kota se-Sumatera Utara, dan seluruh pengurus PKS, kader serta simpatisan daerah di 33 Kab/ Kota di provinsi Sumatera Utara.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyampaikan PKS ini partai ummat, kalau partai ini besar, saya juga akan besar, dan saya yakin sepenuhnya PKS bukan partai radikal.
Ketua DPW PKS Sumut, Hariyanto menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus, kader dan simpatisan yang hadir dan turut menyukseskan acara rakorwil.
"Rakorwil ini menjadi ajang untuk kita saling intropeksi diri, mengkaji setiap permasalahan di daerah dan selalu berkordinasi untuk kerja-kerja dakwah kedepan" pungkasnya.
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis yang merupakan anggota dewan petahana dan sudah terpilih 3 kali dari dapil Sumut II juga menyampaikan Rakorwil merupakan bahan untuk menguatkan solditas partai dan soliditas kader.
"Kita akan menghadapi pilkada serentak se-Indonesia, khususnya Sumatera Utara akan menggelar 23 Kabupaten/Kota, PKS Sumatera Utara harus bisa menargetkan kemenangan lebih diatas 60%." Tegasnya.
"Saya Meminjam istilah Syaikh Muhammad Quthb bahwa gerak roda dakwah ditentukan oleh gerak aktif para da’i (kader dakwah). Jadi ditangan mereka partai ini akan maju, berkembang dan menebar kebaikan. Ketika kader mengalami kelesuan apalagi kemandekan, maka akan sangat berpengaruh kepada perjalanan dakwah dan partai itu sendiri", tutur iskan.
Iskan menambahkan untuk menjaga soliditas itu, 2 saja yang harus dilakukanlakukan, yang pertama, spritual yang matang dan yang kedua moral yang kokoh.
"Selain tetap meningkatkan kedekatan kepada Allah, bukti kebaikan dan keberadaan kita juga bisa dirasakan oleh masyarakat disekitar kita," tutup iskan.