Gelar Festival Gendhing Banyumasan, Rasa Cinta PKS Terhadap Seni Budaya

Bertempat di museum Jenderal Soedirman, Karanglewas, Banyumas, DPD PKS Banyumas menggelar Festival Gendhing Banyumasan, mengusung tema “Nguri-uri Gendhing Banyumasan : Menjaga Indonesia.” Diikuti oleh 20 peserta grup karawitan di Kabupaten BanyumasBanyumas, pada Ahad (25/9/2022). 

Hadir pada kesempatan ini Setya Arinugraha Ketua DPD PKS Banyumas sekaligus ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Banyumas, Joko Pramono, Atik Luthfiyah dan Dedi Supriyanto anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Banyumas, Jasiman, anggota dewan PKS DPRD Propinsi Jawa Tengah, Tossy Ariyanto Ketua Dewan Pakar DPD PKS Banyumas, Yanuar Arif Wibowo Wakil Ketua Kepemudaan DPP PKS, Mbah Sugi Ketua Bidang Seni Budaya DPW PKS Jawa Tengah, Udji Kustowo Ketua Bidang Seni Budaya DPD PKS Banyumas, Nassirun Purwokartun Budayawan Banyumas. 

Hadir pula tamu undangan Edi Saptono, selaku Kabid Dinporabudpar, Agus Sriyono, Camat Karanglewas, Dewi Kamawati, Kepala UPT Purwomas, Mispan, Sub Kordinator Kesenian, perwakilan Lurah Pasir Kidul, dan segenap jajaran dan aparat pemerintah Kabupaten Banyumas. 

Kegiatan diawali dengan senam masal Go PKS Go diikuti oleh 1000 simpatisan dan anggota PKS dengan antusias, dilanjutkan pengumuman lomba senam Go PKS Go dalam rangka Hari Olah Raga Nasional yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Banyumas. Lomba diikuti seluruh anggota BPKK PKS Kecamatan di kabupaten Banyumas.  

Kabid Seni Budaya PKS Banyumas sekaligus ketua penyelenggara Festival Gendhing Banyumas Udji Kustowo menyampaikan dalam sambutannya. 

"Kegiatan Festival Gendhingan Banyumasan ini diselenggarakan dalam rangka membangun silaturahmi antara pegiat seni warga Banyumas khusuanya seni karawitan. Selain itu juga untuk membuktikan bahwa PKS cinta budaya, bahwa PKS adalah bukan partai yang anti dengan gendhingan. Selian itu juga gendhingan dijadikan media dakwah oleh para wali songo. Filosofi kebiakan dari gendhing bisa kita ambil, salah satunya selain menghasilkan seni musik yang indah, peralatan gendhing juga mengandung filosofi yang baik. seperti sitter menggambarkan orang yang tengah bermunajat (berdoa) kepada Allah dengan posisi duduk bersila, ujar Udji. 

Sementara itu sebagai Ketua Dewan Pakar PKS Banyumas, Tossy Ariyanto, menyampaikan rasa bangga atas semangat PKS nguri-uri budaya gendhing banyumasan, sebagai rasa cinta PKS terhadap seni budaya. 

“Nilai budaya membawa perubahan atau nilai kebaikan, PKS merasa memiliki obligasi atau kewajban ikut nguri-uri budaya. Jika bukan kita siapa lagi. Budaya merupakan nilai atau cara hidup yang harus diwariskan. Meski bukan secara genetik. Kebudayaan merupakana nilai yang melekat pada seorang atau sekelompok orang. Unsur bidaya fundamental, agama, adat istiadat, bahasa dll. Agama mrp ciri khas budaya," kata dia. 

"PKS identik dengan agama islam. Sistem keanggotaan terstruktur bahwa partai islam partai yang berbudaya. Inheren atau selaras memiliki oblugasi atau kewajiban ngopeni budaya termausk unsur keagamaan. Budaya untuk berdakwah dan membentuk cara hidup. Mudah mudahan menjadi khasanah kebaikan. Selamat berlomba sebagai upaya melihat performa peserta agar semakin mencintai budaya kita,”tutur Tossy bersemangat.

Festival gendhing Banyumasan ini dibuka oleh Kabid Dinporabudpar Edi Saptono, dalam sambutannya Edi menjelaskan Gamelan dan Islam bagai dia sisi kata uang yang berdekatan. 

“Melalui alat musik gamelan, agama Islam dengan budaya bagaikan mata uang saling dekat. Agama Islam masuk tanah jawa melalui budaya. PKS sudah membantu sanggar nguri-uri Budaya banyumas. Desa kemiri dan desa semedo ada 2 perangkat gamelan diperbantukan dari pokir Joko Pramono anggota fraksi PKS DPRD Banyumas. Pak Dedi Supriyanto anggota fraksi PKS Banyumas juga memberikan seperangkat gamelan di desa Klinting sebagai bentuk nyata aspirasi dari masyarakat melalui program beliau. 8 gamelan lagi yang akan diberikan ke sanggar, menjadi program kami. 60 rebana akan dibelanjakan, bisa dijadikan aspirasi. Saya menyambut baik atas kegiatan PKS nguri-uri budaya banyumasan dengan festival. Apalagi gamelan telah masuk sebagai warisan budaya tak benda,” ucap Edi.

Festival gendhing Banyumasan yang diselenggarakan PKS Banyumas secara resmi dibuka oleh Edi Saptono dengan bacaan basmalah dan memukul kenong tanda festival gendhing Banyumasan dimulai. Semua bersemangat, 20 grup karawitan dari berbagai wilayah Kabupaten Banyumas tampil satu per satu. 

Ada grup anak-anak SD, SMA 1 Rawalo, grup karawitan UIN SAIZU, grup karawitan usia dewasa sampai usia yang tak muda lagi. Melibatkan para pegiat seni budaya Banyumas sebagai juri Festival gendhing Banyumasan antara lain : Sriyono, S.Pd-Ketua Pepadi Banyumas, Sungging Suharto-Seniman Tradisi, dan Ki Wanto Tirta, S.Pd- Presiden Geguritan Banyumas.

Budaya Gendhing Banyumasan tidak hanya disukai kaum tua, melainkan telah merambah anak-anak muda milenial dengan semangat mengalunkan gendhing mengalun merdu, dengan lirik pengingat penuh petuah kebaikan dan semangat berjuang PKS cinta budaya.