Fraksi PKS Bandung Dengarkan Keluhan Pengusaha Pengangkut Limbah Domestik
Bandung (30/11) -- Kenaikan tarif yang dirasa tak manusiawi yang dilakukan PDAM, membuat para pengusaha pengangkutan limbah domestik mengadu ke Fraksi PKS karena mereka merasa dirugikan dengan adanya kenaikan tarif sepihak.
Perwakilan pengusaha ini diterima oleh Yudi Cahyadi anggota DPRD Kota Bandung Fraksi PKS, di ruangan Fraksi PKS DPRD Kota Bandung jalan Sukabumi no 30 Bandung (27/11/2018).
Taryana selaku Pengelola Paguyuban Pengangkutan Limbah Domestik mengungkapkan keresahan yang dialaminya.
"Seharusnya setiap kebijakan ataupun aturan tentunya harus ada sosialisasi terlebih dahulu jangan tiba- tiba di berlakukan, apalagi ini mengenai tarif yang harus kami bayar ke PDAM Tirtawening Kota Bandung,” demikian ucap Taryana saat berbincang dengan Yudi Cahyadi.
Menurut Taryana, tarif yang berlaku saat ini sangat memberatkan kami, tarif yang diberlakukan Per 1 April 2018 kemarin menyatakan bahwa setiap kali pembuangan limbah domestik dikenakan tarif sebesar 100 ribu per rit dalam sehari kami bisa 2-3 rit dan paguyuban kami beranggotakan kurang lebih 69 anggota pengusaha Pengangkutan Limbah Domestik.
Mendengar pemaparan tersebut, Yudi Cahyadi tegaskan akan melakukan langkah konkret untuk menyampaikan aspirasi masyrakat tersebut kepada pihak-pihak yang bersangkutan, salah satunya adalah PDAM Bandung.
"Kita akan segera menindaklanjuti permasalahan ini, langkah pertama akan mengkonfirmasi kepada Dirut PDAM, lalu permsalahan ini akan dibawa ke forum komisi agar PDAM dapat menjelaskan duduk perkara dihadapan anggota komisi dan terakhir agar paguyuban ini membentuk badan usaha agar legalitasnya jelas serta permasalahan tarif komisi bersedia memfasilitasinya," terang anggota Komisi C DPRD Kota Bandung ini.
Yudi juga meyakinkan, bahwa dirinya dengan Fraksi PKS akan segera bertindak cepat sehingga permasalahan tersebut mendapatkan solusi terbaiknya.
"Bila semua kelengkapan dokumen sudah lengkap, maka kasus ini bisa dibahas saat rapat komisi, saya akan berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan permasalahan ini, semoga mendapatkan solusi yang terbaik," tutup Yudi.