Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Doakan dan Tegaskan Sikap Kritis, Konstruktif, dan Solutif di Koalisi
JAKARTA — Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra koalisi yang kritis, konstruktif, dan solutif.
PKS mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat sekaligus menjalankan fungsi koreksi agar program pemerintah semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (AMY) dalam pidato politik pada pembukaan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Legislatif dan Kepala Daerah dari PKS se-Indonesia di Jakarta, Senin (19/10/2026).
AMY menjelaskan, posisi politik PKS di dalam koalisi pemerintahan telah disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman kepada Presiden Prabowo Subianto saat memenuhi undangan di Istana Negara.
“Beliau mengatakan kami akan kritis, konstruktif, sekaligus solutif untuk mencarikan persoalan bangsa bersama-sama,” ujar AMY.
Menurut AMY, pernyataan tersebut disambut baik oleh Presiden Prabowo. Ia menegaskan, berada di dalam pemerintahan tidak berarti PKS berhenti mengkritisi dan mengoreksi kebijakan.
Sebaliknya, PKS berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang berpihak kepada rakyat, memberikan masukan untuk menajamkan arah kebijakan, serta mengambil bagian dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
“Sikap kritis diperlukan agar kebijakan yang belum tepat dapat diperbaiki. Sementara sikap konstruktif dan solutif menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.
AMY menekankan, sikap politik tersebut bukan semata-mata strategi dalam menjalankan peran di pemerintahan, melainkan juga bagian dari pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Dan itu kita jadikan sebagai kerja ibadah amar ma’ruf nahi munkar,” tegasnya.
Ia menambahkan, PKS mendoakan dan mendukung kesuksesan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebab, keberhasilan pemerintah dalam menjalankan amanah negara diharapkan berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Indonesia.
“Kami mendoakan dan mendukung kesuksesan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Karena kesuksesan dan kebahagiaan pemerintahan Presiden Prabowo adalah kebahagiaan 290 juta rakyat Indonesia. Karena itu, PKS akan terus menjadi mitra koalisi yang kritis, konstruktif, dan solutif,” ujar AMY.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, AMY mencontohkan sikap PKS yang mendesak Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk bertindak lebih cepat, tegas, dan tuntas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Sebagai wujud komitmen PKS yang kritis, konstruktif, dan solutif, kami mendesak Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk bertindak lebih cepat, tegas, dan tuntas dalam menangani karhutla," tegas AMY.
“PKS mengecam keras setiap tindakan pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan oleh individu, organisasi, maupun korporasi. Itu adalah kejahatan besar!" imbuhnya.
Menurutnya, dukungan terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk memastikan persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan lingkungan mendapatkan penanganan serius.
Melalui peran tersebut, PKS ingin memastikan bahwa keberadaannya dalam koalisi tidak hanya menjadi bagian dari dukungan politik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperbaiki kebijakan dan menyelesaikan persoalan bangsa.
AMY menegaskan, PKS akan terus mengedepankan politik yang berorientasi pada kepentingan rakyat, dengan memberikan dukungan terhadap kebijakan yang tepat, melakukan koreksi terhadap kebijakan yang perlu diperbaiki, serta menawarkan solusi bagi kemajuan Indonesia.