Di Pemira PKS Kandidat Tidak Boleh Berkampanye

SIDOARJO (29/3) – Pemilihan Raya (Pemira) PKS memiliki keunikan. Para kandidat sama sekali tidak boleh berkampanye agar kader PKS memilih dirinya. Demikian kata Ketua Badan Pelaksana Pemilihan Raya (BPPR) Jawa Timur, Syaiful Arifin di TPS Pemira Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (29/3).

"Jabatan majelis syuro itu amanah. Pertanggungjawabannya dunia akhirat. Makanya kandidat tak melakukan kampanye agar mendapat amanah,” terang Syaiful.

Syaiful menjelaskan Pemira merupakan model aplikasi demokrasi ala PKS. Partai menjadikan kader sebagai elemen penting gerakan. Sehingga, suara kader dari daerah hingga pusat menjadi berharga.

"Pemira ini adalah aplikasi demokrasi ala PKS yang mendengar seluas mungkin aspirasi kader untuk memilih para pemimpin yang akan menentukan wajah partai kedepan. Kalau dari Jawa Timur, nantinya dari 38 kabupaten/kota segera dikodifikasi dan dikirim ke Jakarta. Proses penghitungan dan pengesahan hasil menjadi wewenang Badan Penyelenggara Pemilihan Raya (BPPR) pusat,” jelas Syaiful.

Sementara itu, salah seorang kader PKS asal Sidoarjo, Anang Makruf berkesempatan memiliki hak suara untuk berpartisipasi dalam Pemira. Anang mengaku bangga berkesempatan memilih pemimpin untuk menjalankan program-program partai.

"Sebagai kader saya merasa dihargai. Elit PKS di pusat kami yang memilih. Bukan dropping dari atas,” ujarnya.

PKS serentak menggelar Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Anggota Majelis Syuro masa khidmah 2015-2020 pada Ahad (29/3). Di Jawa Timur tempat pemilihan digelar di 38 Kantor DPD PKS kabupaten/kota. Ada 20 kader senior PKS Jatim yang memenuhi syarat menjadi kandidat. Daerah pemilihan Jatim sendiri mendapat jatah mengirimkan 4 orang wakilnya ke pusat.

Diantara calon yang berhak dipilih antara lain Ketua dan Sekretaris Dewan Syariah Wilayah (DSW) Ahmad Mudzoffar Jufri dan Muhammad Shaleh Drehem. Ada pula Ketua dan Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Jatim, Ahmad Arqom dan Arif Hari Setiawan. Selain itu, Anggota DPR RI asal Jatim, Rofi' Munawar dan Sigit Sosiantomo juga tercantum di kertas suara.

Sumber: Humas PKS Jawa Timur