Dewan Pakar PKS Lampung: 5 Pondasi Budaya Lampung Sesuai Dengan Karakter PKS
Lampung-- Provinsi Lampung memiliki filosofis dan pandangan hidup yang TV luar biasa, terlihat dari terus dilestarikannya lima fondasi pokok ajaran hidup budaya masyarakat Lampung, yakni Pesenggiri (tidak mudah menyerah), Juluk-Adok (selalu menggunakan nama-nama panggilan yang baik), Nemuy-Nyimah, (senang berkunjung dan dikunjungi dengan sikap yang ramah dan pemurah), Nengah-Nyappur (selalu bergaul dan memperluas hubungan) dan Sakay-Sambayan, (Senang tolong-menolong dan bergotong-royong).
Lima landasan itu sudah sesuai dengan karakter PKS sehingga dapat memudahkan PKS dalam melangkah membangun bangsa, khususnya di Provinsi Lampung.
Hal ini disampaikan oleh tokoh adat dan budayawan Lampung, Rusli Syukur yang bergelar Pangiran Rajo Sepahit Lidah setelah dilantik menjadi Anggota Dewan Pakar PKS, Minggu (6/3/2022) di GSG AH Nasution Kantor DPTW PKS Lampung. Hal inilah yang menjadikan dirinya memutuskan untuk bergabung sebagai Dewan Pakar PKS, akunya
Rusli menambahkan, Ia mengamati langkah PKS Lampung yang memliki bidang khusus seni dan budaya, dan sangat peduli terhadap pelestarian kesenian budaya khsusnya Budaya Lampung, salah satunya dengan dipromosikannya dua simbol seni kebudayaan Lampung yakni Tari Tupping dan Kikat Lampung di perhelatan Rakerwil PKS Lampung 2022 .
“Saya melihat PKS Lampung sekarang merajut tradisi kultural dalam membangun inspirasi. Untuk itu, diperlukan transformasi, yakni bagaimana PKS Lampung mendekatkan diri dengan nilai-nilai keluhuran tradisi, sedangkan dari sisi kolaborasi, yaitu bagaimana PKS Lampung terus berdekatan dengan budaya lokal. Kekayaan budaya ini yang harus kita kelola, kembangkan dan lestarikan menjadi suatu kekuatan untuk membangun Lampung bersama-sama,” jelasnya.
“PKS Lampung peduli terhadap budaya dan segala nilai-nilai tradisional yang semakin terkikis oleh terkaman arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, karena itu kita hampir kehilangan karakter tradisinya,” ujarnya.