Datangi Rakerwil PKS Papua Barat, Uluputty Minta Kokohkan Integrasi Sosial

Wakil Ketua BPW DPP PKS Indonesia Timur Saadiah Uluputty menyampaikan orasi politik pada pembukaan Rakerwil DPW PKS Papua Barat, Sabtu (27/3).

Pada sambutannya, Uluputty menyatakan PKS senantiasa memberikan dorongan  kebijakan politik, dan berikhtiar mewujudkan integrasi sosial lintas komunitas, suku, agama.

“PKS senantiasa mendorong kebijakan politik, dan anggaran yang berkeadilan, proporsional, dan berikhtiar mewujudkan integrasi sosial antarkomunitas, suku, dan agama,” terang legislator Fraksi PKS DPR RI ini.
 
Beliau pun berharap pengurus PKS Papua Barat mampu menjadi pelumas bagi interaksi sosial dengan nilai Rahmatan Lil ‘alamin, dan budaya luhur.

“Saya berharap pengurus PKS Papua Barat dapat menjadi pelumas bagi interaksi sosial, yang berkualitas, toleran, dan humanis dipandu oleh nilai agama yang Rahmatan Lil 'alamin, dan nilai-nilai  budaya luhur,” papar Srikandi Indonesia Timur ini.

Uluputty mengingatkan seluruh pengurus DPW dan DPD, yang hadir pada acara tersebut senantiasa menjalin silaturahim, dan komunikasi dengan pemerintah daerah, kepala adat dan seluruh elemen masyarakat guna mengokohkan integrasi sosial di Papua Barat.

“Mari senantiasa jalin silaturahmi dan komunikasi dengan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota, kepala adat, kepala kampung, kepala desa, ketua paguyuban masyarakat wilayah distrik dan trans, ketua LSM, tokoh-tokoh pemuda, tokoh perempuan, intelektual dan dunia kampus. Kokohkan integrasi sosial di tanah Papua ini, karena ini modal kita bersama,” serunya.
 
Sedikit berkisah sejarah, perempuan berdarah Maluku ini menuturkan betapa masyarakat Papua memiliki jiwa patriotik, tulus dan ramah kepada seluruh masyarakat, termasuk para pendatang. Jiwa patriotik dan ketulusan itu tercermin pada keteguhan melawan kolonial Belanda, bersama masyarakat pendatang yang terdiri dari mubalig dan misionaris.

“Masyarakat Papua adalah masyarakat yang tulus, ramah, religius, berani, cerdas dan patriotik. Sejarah membuktikan, mereka berdiri di sisi Sultan Nuku menghadapi Belanda. Mereka tulus, dan cerdas menerima mubalig serta misionaris yang datang. Mereka tulus dan ramah menerima saudara kita dari ujung Sumatra sampai Maluku, dari Buton, Jawa, Madura, Sulawesi, Timor, Flores. Bahkan saudara kita dari Arab dan Tionghoa untuk datang berusaha dan membangun tanah di Papua. Ketulusan dan keramahan ini menjadikan tanah Papua menjadi tanah diberkahi oleh Tuhan,” kisah Srikandi partai orange ini.
 
Beliau pun menegaskan bahwa kehadiran pimpinan ke daerah bukan untuk sekedar menyapa dan bersendagurau semata. Namun ada nilai yang ingin ditularkan, nilai perjuangan bersama untuk perbaikan dan perubahan.

“Kami tidak hanya ingin bersendagurau, namun kami selain ingin berjumpa dengan barisan pejuang yang ada di Manokwari, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan,  Bintuni, Teluk Wondama, Fak Fak, Monokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Maybrat, Tambraw, dan Kaimana untuk berjuang bersama, agar kerja-kerja kita berbuah, karena ada perbaikan dan perubahan. Karena itu, PKS Papua Barat, Ayo Bangkit!” pungkasnya menutup sambutan.