Bangkitkan Ekonomi UMKM Masa Pandemi, PKS Inisiasi Webinar
Semarang-- Pandemi COVID-19 yang sudah terjadi selama hampir setahun masih memukul perekonomian Indonesia. Hampir seluruh lini sektor usaha terkena pukulan, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menyelamatkan UMKM adalah sebuah keharusan, mengingat posisinya sebagai mayoritas sektor usaha di Jawa tengah.
Oleh karenanya PKS Jateng menggelar webinar PKS dukung UMKM dengan tema Guyub Bareng Bangkitkan UMKM Jawa Tengah. Acara digelar di Kantor DPTW PKS Jateng secara daring, Sabtu (20/03/2021).
Webinar menghadirkan tujuh pembicara mulai dari Ketua DPW PKS jawa tengah Muh Haris, Wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua BPJE DPP PKS Rofik Hananto, Ari Tri Priyono, Iwan Kurniawan, Rizza Azzyumardhi A, dan Zhakiah Joban. Dari pembicara tersebut beberapa ada yang dari praktisi maupun entrepreuner langsung dengan dipandu oleh moderator Anggota legislatif Komisi C Agung Budi Margono MT.
Ketua BPJE DPP PKS Rofik Hananto menyebut setidaknya terdapat lebih dari 64 juta unit UMKM yang berkontribusi pada 97% terhadap total tenaga kerja dan 60 persen PDB nasional. Namun, sektor ini pula yang paling terpukul oleh COVID-19.
Kontraksi konsumsi rumah tangga yang merupakan sektor andalan penerimaan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia memberikan kontribusi besar pada pukulan terhadap sektor UMKM. Konsumsi rumah tangga mulai memburuk pada kuartal II, setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Menurut data BPS, pada kuartal II 2020 (PDF), konsumsi rumah tangga terkontraksi hingga 5,51 persen year on year (yoy). Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terkontraksi di angka 5,5 persen.
Agung Budi Margono, MT sebelum acara webinar berlangsung menjelaskan bahwa webinar ini mengundang banyak pihak yang concern pada isu UMKM yang dihadiri sejumlah 1.700 peserta.
“webinar ini kami mengundang sejumlah pakar dan banyak pihak yang memang concern pada isu UMKM, terakhir data sudah banyak peserta alhamdulillah yang ikut, 1700 peserta mas” ujar Agung
Webinar ini rencana selanjutnya akan membuka kelas pemberdayaan di kabupaten/kota di seluruh jawa tengah.
“Alhamdulilllah partisipatif dan rencananya setelah ini kami membuka banyak kelas- kelas coaching UMKM yang targetnya diikuti seluruh kabupaten/kota di seluruh jawa tengah” tambah Agung
Pada webinar tersebut mengulas banyak hal termasuk UMKM dan dana kucuran yang bias di dapat pelaku usaha.
Sebagai urat nadi perekonomian nasional, UMKM menjadi salah satu fokus pemulihan. Sejauh ini, pemerintah menganggarkan berbagai bantuan untuk UMKM dari total anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sebesar Rp695 triliun. Dari jumlah itu, sebesar Rp123,46 triliun dikhususkan untuk bantuan UMKM.
Bantuan itu dibagi pada enam bagian yakni subsidi bunga sebesar Rp35,28 triliun, kredit dana untuk restrukturisasi kredit sebesar Rp79,78 triliun, belanja imbal jasa penjaminan Rp5 triliun, menanggung PPh Final dengan anggaran hingga Rp2,4 triliun, dan pembiayaan investasi koperasi sebesar Rp1 triliun. Selain itu, pemerintah juga meluncurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp2,4 juta per unit usaha.
Program bantuan yang dinamakan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif ini memiliki pagu anggaran hingga Rp 28,8 triliun. Dukungan juga diberikan Bank Indonesia untuk menghidupkan kembali produktivitas UMKM. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) telah menetapkan penurunan suku bunga acuan atau 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 persen. BI juga menetapkan untuk menurunkan tingkat suku bunga dopiest facility dan bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 3 sampai 4,5 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini diharapkan membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia. Melalui penurunan suku bunga kredit, Perry berharap dapat menghidupkan kembali penyaluran kredit yang sebelumnya terseok-seok. Langkah ini ditempuh BI lantaran kondisi kredit yang mengkhawatirkan selama masa pandemi ini. Menurut data BI, pertumbuhan kredit semakin melambat. Dalam Statistik Ekonomi dan Moneter (SEKI) Oktober 2020, pertumbuhan kredit terkontraksi 0,47 persen secara year on year (yoy).
Padahal, pada kuartal III 2020, posisi pertumbuhan kredit menunjukan perbaikan berada di zona positif dengan tumbuh 0,12persen yoy. Sementara skema bantuan terus digelontorkan, UMKM lokal juga tengah digenjot untuk memperluas pasar lewat penetrasi ke ranah digital.
Masih di acara yang sama dalam sambutannya, ketua Umum DPTW PKS Jawa tengah menjelaskan tujuan akhir dari acar webinar ini ialah untuk membantu pelaku UMKM survive di masa pandemi Covid-19 selain mengangkat derajat ekonomi pelaku usaha UMKM.
“Target webinar ini semoga tercapai harapannya bisa membantu pelaku UMKM survive di masa pandemi ini” ujar Haris.