Yang Punya Sampah Boleh Dibuang Ke Sini Kakak

Salah satu anggota Tim Semut menyediakan kantong sampah agar Aksi Bela Islam di Jakarta, Sabtu (16/9) tetap bersih. (PKS Foto)
Salah satu anggota Tim Semut menyediakan kantong sampah agar Aksi Bela Islam di Jakarta, Sabtu (16/9) tetap bersih. (PKS Foto)

Jakarta (16/9) -- Aksi Bela Rohingya 169 mulai ramai dipadati massa hingga siang hari. Massa aksi mulai berdatangan dari berbagai daerah di sekitar Jabodetabek. Pedagang makanan dan minuman juga mulai memadati seputar Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha yang gagah di Jakarta Pusat. Walaupun padat dengan massa aksi, kondisi di lapangan tidak terlihat tumpukan maupun sampah yang berserakan.

Massa aksi dan PKS sebagai penyelenggara aksi 169 ini berkomitmen untuk tetap menjaga kebersihan. Salah satu caranya adalah dengan mempersiapkan relawan tim semut yang selalu berkeliling dan mengingatkan massa aksi untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, sambil berkata, "Yang punya sampah boleh dibuang ke sini kakak."

Adalah Ahmad dan Andi dua warga Priok, Jakarta yang mendedikasikan diri sebagai Tim Semut. Sambil berkeliling, mereka menawarkan kepada massa aksi yang ingin membuang sampah sisa makanan dan minuman. Sesekali mereka berteriak jika melihat ada massa aksi yang akan membuang sampah di jalan, "Dipungut dong kakak sampahnya, buang ke sini."

Selain itu, sebagian massa aksi juga cepat tanggap untuk memungut sampah jika menemukan sampah di jalan. "Biar tetap nyaman aksinya dan gak dicap yang buruk-buruk sama yang lain," tutur salah satu peserta Aksi Ani.

Dalam Aksi Bela Rohingya, beberapa tokoh hadir menyampaikan orasi diantaranya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno, KH Abdur Rasyid Abdullah Syafii, KH Sobri Lubis, KH Didin Hafidhudin, KH Nazar Haris, KH Nonop Hanafi, KH Muhyiddin Junaidi, Dahnial Simanjutak, Prof Philip K Widjaya dan beberapa tokoh ormas Islam dan agama Buddha.