Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Iskada PKS Harus Optimalkan Perannya

Jakarta (17/4) - Istri Kepala Daerah (Iskada) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah yang dipimpin. Untuk itu, para Iskada ini diharap mengenal dengan baik kondisi sosiologis dari masyarakat di daerah masing-masing, untuk kemudian ditemukan peluang dalam upaya peningkatan kesejahteraan tersebut. Hal ini disampaikan Netty Prasetyani, Ketua Departemen Pembinaan Istri Kepala Daerah Badan Pembinaan Kepala Daerah Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Iskada-BPKD DPP PKS, usai melakukan pertemuan konsolidasi dengan Iskada PKS, (10/4).

Sebagai negara yang dikenal dengan keberagamannya, kondisi setiap daerah tentunya memiliki keunikan masing-masing yang membutuhkan penanganan yang tidak sama. Hingga saat ini jumlah daerah, baik provinsi ataupun kabupaten/ kota yang dipimpin oleh tokoh yang diusung PKS sebanyak 32 tempat, yang tersebar baik di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera ataupun Maluku.

Doktor Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjajaran ini menjelaskan, terdapat beberapa jabatan yang melekat pada istri kepala daerah. Misalnya sebagai Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di masing-masing daerah, atau Ketua Dewan Kerajinan Nasional Derah (Dekranasda). Jabatan yang diemban ini, menurut Netty, harus dapat dimanfaatkan untuk memberikan maslahat bagi masyarakat, utamanya kaum perempuan.

Pada PKK misalnya, Netty memberikan contoh, terdapat amanat untuk melakukan pemberdayaan pada masyarakat untuk perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang diawali dengan memberikan pelayanan kesehatan. “Jika ingin mencetak pemimpin-pemimpin baru bangsa ini dari daerah yang kita pimpin, salah satu usahanya adalah memastikan setiap anak yang lahir mendapatkan pelayanan imunisasi dasar lengkap!”, ujar Netty. Hal ini yang juga dia lakukan di Jawa Barat dengan memperluas cakupan imunisasi dasar bagi setiap bayi, balita dan anak sekolah untuk memberikan sistem imunitas yang baik, sebagai bekal dasar kepemimpinan bangsa ini di masa mendatang.

Selain PKK, Iskada juga memiliki peran peningkatan ekonomi masyarakat lewat Dekranasda. Lewat perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat saat ini, kerajinan khas dari masing-masing daerah lebih mudah disebarluaskan dan dipasarkan sehingga memberikan nilai tambah perekonomian keluarga yang juga dapat membantu menguatkan ketahanan keluarga.

Sebagai Istri Kepala Daerah, tambah Netty, tentu menjadi role model bagi kaum perempuan di setiap daerah. Sudah sewajarnya pula, konsentrasi Iskada banyak diberikan pada pemberdayaan perempuan dan anak. “Kita sama menyadari bahwa perempuan memberikan kontribusi yang besar dalam peradaban bangsa”, ujarnya. Namun juga, perempuan adalah obyek pembangunan yang paling terdampak ketika kepemimpinan nasional atau pun kepemimpinan daerah tidak menunjukkan keberpihakan bagi kesejahteraan rakyat.

Dalam pertemuan konsolidasi tersebut, perempuan yang sudah sepuluh tahun menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat mengingatkan para Iskada dari PKS tersebut untuk terus melakukan 3 S. Pertama, Smart and Self Learning, yaitu dengan meningkatkan kapasitas pribadi, komunikasi interpesonal dan performa. Kedua, Supporting System, yakni membangun sistem yang mendukung untuk kiprah Iskada di tengah masyakat. Untuk hal ini, Netty juga mengingatkan pentingnya dukungan dari keluarga bagi setiap Iskada. “Bagaimanapun juga, Iskada juga menjadi istri dan ibu dalam keluarganya. Tentulah dukungan utama atas kiprah Iskada di ruang publik harus datang dari pasangan dan keluarga terdekat”, ujar Netty. Terakhir, adalah Stamina. Netty meyakini peran dan tugas Iskada membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan kerap kali menemukan kendala. Untuk itu, butuh stamina dan daya tahan yang kuat untuk menjalankan tugas-tugas tsebut, dalam rangka menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya.