Tanggapi Perilaku Oknum WNI Bermasalah di Jepang, PKS Usulkan Pembekalan Budaya Diperkuat

Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri Syahrul Aidi Maazat. (PKSFoto/Fathur)
Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri Syahrul Aidi Maazat. (PKSFoto/Fathur)

Jakarta — Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri Syahrul Aidi Maazat menanggapi maraknya laporan ulah oknum WNI di Jepang yang dinilai meresahkan. Ia meminta lembaga-lembaga penyalur tenaga kerja untuk lebih selektif dalam proses rekrutmen dan memberikan pembekalan budaya kepada calon pekerja sebelum diberangkatkan.

"Saya ikut prihatin dengan kejadian oknum WNI yang melakukan tindakan kurang baik di negara Jepang, karena ini tidak mencerminkan budaya dan perilaku masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang santun dan agamis," ungkap Syahrul dalam keterangannya Jumat, (18/7/2025). 

Menurutnya, lembaga penyalur harus bertanggung jawab tidak hanya pada aspek teknis atau keterampilan kerja, tetapi juga dalam menanamkan pemahaman etika, moral, dan budaya negara tujuan,

"Jangan hanya berorientasi untuk sekedar meloloskan orang bekerja di Jepang, tapi juga harus selektif melakukan seleksi yang ketat, terutama perilaku," ujar Anggota DPR RI Komisi I tersebut.

Syahrul menambahkan bahwa menjaga hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai ulah dari segelintir orang merusak hubungan yang telah terjalin baik selama puluhan tahun ini.  

"Insya Allah, PKS akan berusaha merangkul lembaga-lembaga yang selama ini melakukan pengiriman tenaga kerja ke Jepang untuk melakukan pembinaan etika dan moral sebelum berangkat, sehingga hubungan antara Jepang dengan Indonesia bisa terjalin dengan baik," lanjutnya. (MF)