Syawalan Konsultan Ketahanan Keluarga RKI

Jakarta -- Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS menggelar Syawalan untuk para Konselor atau Konsultan Ketahanan Keluarga se-Indonesia, Kamis (11/6/2020). Syawalan digelar melalui aplikasi Zoom Meeting, mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, diikuti oleh para konselor konsultan keluarga Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Sebagaimana diketahui, konseling keluarga adalah salah satu program RKI, yang telah dijalankan di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Para konsultan ketahanan keluarga dihimpun oleh DPD atau DPC PKS untuk memberikan pelayanan pembinaan serta konseling keluarga untuk masyarakat luas.

Acara dibuka oleh Ketua BPKK DPP PKS Wirianingsih. Dalam sambutannya, Wirianingsih memberikan pesan, agar para konselor konsultan ketahanan keluarga semakin aktif berperan untuk melayani masyarakat. Para konselor keluarga dituntut berkontribusi di masa pandemi untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan keluarga.

Untuk bisa menjalankan peran dan fungsi dengan baik, para konselor keluarga harus memiliki empat daya tahan. Yang pertama adalah daya tahan maknawiyah. Sangat penting untuk menguatkan pondasi iman dan takwa, agar selalu dibimbing dan dikuatkan oleh Allah untuk menjalankan peran sebagai konselor keluarga.

Yang kedua adalah daya tahan fisik. Penting bagi para konselor untuk memiliki daya tahan fisik, terlebih di masa pandemi. Kita harus melayani masyarakat, maka harus memiliki daya tahan fisik yang memadai. Dengan kekuatan fisik, kita akan tetrhindari dari virus corona, dan bisa optimal memberikan bantuan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan.

Yang ketiga adalah daya tahan kejiwaan atau psikologis. Banyak masyarakat yang stres atau depresi akibat pandemi. Mereka tidak mampu menghadapi musibah dengan tenang. Maka para konselor harus memiliki daya tahan psikologis yang membuat dirinya mampu menghadapi berbagai krisis dengan tepat dan cepat, agar bisa segera melayani masyarakat.

Yang keempat adalah daya tahan ekonomi. Masa pandemi memang sulit, maka para konselor dituntut untuk memiliki daya tahan ekonomi, agar bisa hidup mandiri dan tetap eksis meski semua terdampak pandemi. Daya tahan ekonomi menjadi faktor penting yang membuat para konselor keluarga menjadi berdaya untuk membantu banyak kalangan yang memerlukan pertolongan.

Acara Syawalan yang diikuti oleh 500 konselor keluarga RKI seluruh Indonesia, mengambil tema Peran Konselor Keluarga di Masa Pandemi Corona, menghadirkan narasumber Muhammad Iqbal, Ph.D dan Cahyadi Takariawan, dengan host Vida Robi’ah Al-Adawiyah.

Muhammad Iqbal adalah psikolog dan founder Rumah Konseling, juga konselor senior di RKI. Cahyadi Takariawan adalah founder Jogja Family Center dan konselor senior di RKI, sedangkan Vida Robi’ah Al-Adawiyah adalah founder LSM Benih dan konselor di RKI.

Di akhir acara, Wirianingsih kembali mengajak para konselor seluruh Indonesia untuk semakin aktif memberikan kontribusi di tengah masyarakat yang terdampak

“Saya tahu, Anda semua juga terdampak pandemi. Namun kita dituntut untuk bisa memberikan kontribusi penguatan ketahanan keluarga, agar tercipta tatanan keluarga yang kokoh di seluruh Indonesia”, demikian pesannya.