Suara dari Timur: Inilah yang Simson Togodli Sukai dari Munas VI PKS
Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Simson Togodli, Ketua DPD PKS Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, hadir dengan semangat membara pada Musyawarah Nasional (Munas) VI PKS, Ahad (28/9/2025).
Bagi Simson, acara ini bukan sekadar agenda partai, melainkan panggilan hati untuk memperkuat ikatan kebersamaan dan memperjuangkan visi yang lebih besar.
Dengan penuh antusiasme, Simson menceritakan bagaimana ia selalu bersemangat mengikuti setiap kegiatan PKS, mulai dari Musyawarah Wilayah (Muswil), Musyawarah Daerah (Musda), hingga puncaknya di Munas kali ini. “Untuk kegiatan PKS, kami selalu bersemangat.
Dari Muswil, Musda di daerah, kami selalu semangat, sama seperti yang kami rasakan sekarang di Munas keenam ini,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Kegembiraan Simson tak hanya datang dari agenda formal, tetapi juga dari momen bertemu dengan pengurus PKS dari berbagai penjuru Indonesia. Baginya, Munas adalah ajang silaturahmi yang menghangatkan hati.
“Kami bisa bertemu teman-teman di sini, sangat senang. Kami punya teman di mana-mana, seperti itulah yang kami rasakan,” ujarnya, menggambarkan rasa kebersamaan yang menjadi salah satu kekuatan PKS.
Namun, di balik keceriaan, Simson menyimpan harapan besar. Ia ingin Munas VI ini menjadi titik balik bagi PKS untuk tampil lebih baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Bagaimana nanti agar PKS ini lebih baik lagi!” katanya penuh optimisme, seolah menyuarakan aspirasi banyak kader.
Yang membuat Simson begitu bangga pada PKS adalah nilai keagamaan yang kental dalam setiap langkah partai.
“Kami senang karena melihat PKS itu keagamaannya kuat. Taat agama, dan semua yang diadakan partai ini selalu melibatkan agama. Itu yang kami senang, kami bangga dengan PKS,” tuturnya dengan nada tulus.
Dari Papua Pegunungan hingga Jakarta, Simson Togodli membawa semangat yang tak padam.
Ia tak hanya hadir sebagai perwakilan daerah, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan keyakinan bahwa PKS mampu menjadi kekuatan yang menginspirasi perubahan. Munas VI bukan akhir, melainkan awal baru bagi Simson dan ribuan kader lainnya untuk terus berjuang demi cita-cita mulia.