Strategi Menumbuhkan Cinta Al-Quran, Abdul Hakim: Mulai dari Hal Kecil dan Konsisten
Jakarta — Upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran di kalangan generasi muda menjadi salah satu fokus dalam rangkaian acara 12 Jam Marathon Quran 1447 H yang digelar di Aula Kantor DPTP PKS, Ahad (8/3/2026).
Dalam sesi talkshow bertajuk Strategi Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an, narasumber Abdul Hakim berbagi pengalaman dan pendekatan untuk mendekatkan masyarakat, khususnya anak muda, dengan kitab suci Al-Qur’an.
Acara talkshow tersebut dipandu oleh Yhuda Arifin dan Mahmuda Rizaldi, serta disaksikan pemirsa PKS TV dari berbagai kalangan yang antusias menyimak strategi sederhana namun konsisten dalam membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an.
Dalam pemaparannya, Abdul Hakim mengungkapkan bahwa dirinya telah berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk mendekati generasi muda agar lebih akrab dengan Al-Qur’an.
“Saya keliling Indonesia mendekati teman-teman, mulai dari remaja, agar mereka lebih dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurut Abdul Hakim, perasaan malu ketika hendak membaca Al-Qur’an karena merasa bacaannya belum baik justru merupakan tanda adanya keimanan.
“Ketika kita malu ingin membaca Al-Qur’an karena sadar bacaan kita belum baik, itu sebenarnya pertanda iman. Artinya ada dorongan dalam diri untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Dan cara memperbaikinya adalah dengan menumbuhkan rasa cinta kepada Al-Qur’an,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu membandingkan diri dengan mereka yang mampu membaca Al-Quran dalam jumlah banyak setiap hari. Yang terpenting adalah memulai dari kebiasaan kecil namun dilakukan secara konsisten.
“Kalau kita melihat ada yang sehari membaca dua atau tiga juz, kita tidak perlu langsung seperti itu. Mulai saja dari hal kecil, membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari,” katanya.
Abdul Hakim juga mengingatkan bahwa pahala membaca Al-Qur’an tidak dihitung per ayat, melainkan per huruf.
Hal ini menurutnya menjadi motivasi tersendiri untuk terus membaca, meskipun sedikit.
Ia juga menyinggung kondisi generasi muda saat ini yang sering mengalami kelelahan mental atau burnout.
Menurutnya, membaca Al-Qur’an dapat menjadi salah satu cara untuk menenangkan diri.
“Tidak harus langsung membaca banyak. Bisa dimulai dengan membaca artinya dulu, atau hanya satu atau dua ayat saja. Yang penting konsisten. Dari situ nanti akan tumbuh rasa cinta kepada Al-Qur’an,” tuturnya.
Abdul Hakim menekankan bahwa strategi menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran dapat dimulai dari langkah sederhana.
“Misalnya satu hari satu ayat. Tidak apa-apa, yang penting konsisten. Lama-kelamaan akan tumbuh rasa cinta kepada Al-Quran, dan frekuensi membaca Al-Quran pun akan semakin meningkat,” pungkasnya.
Talkshow ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam program 12 Jam Marathon Quran 1447 H yang digelar untuk menghidupkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.