Sekjen PKS Sampaikan Lima Nasihat Kepemimpinan dalam Bimteknas 2025

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menyampaikan pidato tentang lima nasihat kepemimpinan kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) 2025 yang mengusung tema “Inovasi Pelayanan Publik untuk Kesejahteraan Masyarakat”, bertempat di Hotel Sultan, Jakarta. Ahad (2/11/2025).

Acara ini dihadiri oleh seluruh Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota, serta para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dari PKS se-Indonesia. Dalam sambutannya, Kholid menyampaikan lima pesan penting dari para pemimpin PKS yang menjadi pedoman moral bagi seluruh pejabat publik partai.

 “Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan lima pesan pemimpin kita untuk seluruh pejabat publik PKS,” ujar Kholid di hadapan ribuan peserta Bimteknas.

Pesan pertama, kata Kholid, datang dari guru dan pendiri PKS, KH Hilmi Aminuddin.

“Sesungguhnya jabatan itu adalah beban, bukan kemuliaan. Jabatan bukanlah penghargaan, tapi penugasan yang berat. Jadikanlah jabatan sebagai amal menuju surga, bukan pemberat kita menuju surga,” tutur Kholid mengutip pesan KH Hilmi.

Pesan kedua berasal dari Habib Salim Segaf Al Jufri, Ketua Majelis Syura PKS sebelumnya.

“Jadilah engkau pemimpin seperti jarum jahit menyatukan yang terpisah, bukan seperti gunting yang memisahkan. Habib Salim mengingatkan agar kita menjadi pemersatu bangsa, penyeru persatuan, jembatan lintas golongan. Itulah PKS, rumah kebangsaan,” lanjutnya.

Pesan ketiga disampaikan oleh Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman.

“Semakin besar kewenangan pejabat publik, semakin kecil ruang untuk kepentingan pribadinya. Ukurlah diri dalam standar etika, kepantasan, dan kepatutan publik. Pejabat publik PKS harus memenuhi harapan masyarakat,” tegas Kholid.

Pesan keempat datang dari Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Syaikhu, yang juga merupakan Presiden PKS periode sebelumnya.

“Jadilah pejabat publik yang bisa bergerak cepat tapi tidak mendahului, pandai tapi tidak menggurui, tajam tapi tidak melukai,” ujar Kholid menirukan pesan Syaikhu.

Terakhir, pesan kelima berasal dari Presiden PKS saat ini, Almuzzammil Yusuf.

“Kemenangan PKS paling tidak harus diukur dengan dua hal — pertama, sebagai partai kader, pertumbuhan kader harus meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Kedua, sebagai partai politik, capaian suara harus terus naik dan pelayanan kepada masyarakat harus lebih ditingkatkan,” kata Kholid.

Menutup sambutannya, Kholid menegaskan pentingnya membangun budaya integritas dan semangat kolaborasi di setiap lini pelayanan publik.

“Kita ingin seluruh pejabat publik PKS menjadi teladan bekerja dengan hati, berpikir dengan visi, dan melayani dengan inovasi. Inilah saatnya PKS membuktikan bahwa politik bisa menjadi jalan kebaikan dan pelayanan,” pungkasnya.

Bimteknas 2025 ini menjadi momentum bagi PKS untuk memperkuat kapasitas pejabat publiknya di seluruh tingkatan agar mampu menghadirkan pelayanan yang inovatif, solutif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.