Presiden PKS Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih Terhadap Tenaga Kesehatan

JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyampaikan beberapa hal terkait kondisi terkini masyarakat dimasa pandemi Covid 19 dan upaya yang telah dilaksanakan Fraksi PKS, dalam sambutannya di acara Do’a Bersama yang diselenggarakan secara Live oleh Fraksi PKS DPR RI, Sabtu, (07/08).

Syaikhu mengingatkan kepada kepala daerah untuk lebih memperhatikan nakes dan ikhtiar PKS untuk terus melayani rakyat, terlebih di masa pandemi.

“PKS akan terus menjadi bagian dari solusi yang ada di tengah kehidupan bangsa ini. Distribusi sembako juga akan terus kita gencarkan untuk mencapai target 1,7 juta sembako. Kembali kami tekankan kepada kepala daerah untuk memberikan perhatian kepada para nakes. Pastikan anggarannya ada dan disalurkan secara tepat waktu. Dan kepada anggota legislatif, awasi kinerja kepala daerah agar insentif nakes ini betul-betul tersalurkan sehingga mereka itu bisa berjuang di garda terdepan sebaik-baiknya,” tutup Syaikhu.

Diantara berbagai informasi dan kabar duka yang masih menyelimuti masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid 19, Ahmad Syaikhu berpesan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Mudah-mudahan yang sudah dipangggil oleh Allah SWT akan terkategorikan sebagai syuhada sebagaimana yang telah diungkapkan Baginda Rasulullah SAW. Ini ujian bagi pemerintah dan bagi kita semua dalam menyelamatkan penduduk Indonesia yang seharusnya selalu menjadi prioritas,” ungkap Syaikhu.

Ahmad Syaikhu memaparkan, pemerintah memang telah menggulirkan berbagai kebijakan untuk mengatasi dampak Covid 19. Namun, belum mampu bekerja secara efektif akibat banyaknya jumlah masyarakat yang terdampak serta adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan.

“Memang ada oknum-oknum yang melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. Bansos tunai dipotong, bansos yang semakin semrawut, kualitas beras yang diberikan tidak layak konsumsi, sampai kasus korupsi bansos itu sendiri yang sedemikian terjadi,” ujar Syaikhu.

Anggota Fraksi PKS DPR RI Dapil Jawa Barat VII ini juga menyayangkan keluhan para tenaga kesehatan yang notabene adalah garda terdepan dalam penanganan Covid 19, justru tidak kunjung mendapatkan insentif. Bahkan ada kepala daerah yang belum menganggarkan insentif bagi nakes.

“Ada kepala daerah yang bahkan belum menganggarkan insentif bagi nakes, bagaimana mungkin dibayar, dianggarkan saja tidak. Ini yang harus kita mohon kepada para anggota dewan yang terhormat, baik di pusat maupun di daerah untuk mencermati betul jangan sampai hal ini terjadi berkepanjangan,” jelas Syaikhu.

Syaikhu juga mengapresiasi Fraksi PKS baik pusat dan daerah yang dengan sukarela memotong gaji untuk membantu dalam penanganan masyarakat yang terdampak Covid 19. Tidak hanya itu, Syaikhu mengaku selalu mendapatkan informasi mengenai perjuangan relawan dan simpatisan PKS di berbagai daerah dalam melayani masyarakat.

“Setiap hari saya mendapat informasi perjuangan relawan PKS di berbagai daerah. Ada yang menyiapkan tabung oksigen disaat kesulitan, ada yang memberikan bantuan sembako, ada yang membawa pasien ke rumah sakit, dan ada juga yang membantu pemulasaraan jenazah disaat orang-orang kesulitan memusalarakan dan mengantarkan jenazah ke pemakaman,” lanjut Syaikhu.