PKS Usulkan Pelibatan Muslim Tiongkok Dalam Diplomasi Antarnegara
BEIJING - Pelibatan minoritas Muslim Tiongkok dalam multitrack diplomacy antarnegara Indonesia dan Republik Rakyat China (RRC) penting dalam rangka meraih kesepahaman dan kerjasama kedua pihak.
Demikian disampaikan pimpinan delegasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sigit dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal International Department CPC Yuan Zhibing di Wanshou, Beijing (8/2/2018).
“Saat ini harus diakui peran Tiongkok tidak bisa dipinggirkan baik dalam konteks hubungan bilateral kedua negara, regional, maupun dunia internasional,” ujar Sigit. Hal ini mengingat 20 tahun terakhir Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping makin tumbuh menjadi raksasa perekonomian yang patut diperhitungkan.
Sedangkan terkait ideologi ateis dan komunis yang menjadi nafas sosialisme Tiongkok, Sigit menegaskan bahwa Indonesia sebagai negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia memiliki rentetan sejarah kelam Partai Komunis Indonesia. “Dan sila pertama dasar negara kami, Pancasila, menegaskan bahwa Indonesia adalah negeri yang berketuhanan,” lanjut Sigit.
PKS bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diundang oleh otoritas Tiongkok melakukan studi banding khususnya ke Daerah Otonom Etnis Muslim Hui di Ningxia dimana hubungan antar etnis dan relijiusitas terjaga harmonis.
Daerah otonom Ningxia, setingkat provinsi, merupakan batu pijakan kesukseskan Xi Jinping baik dalam hal harmonisasi antar suku maupun pengentasan kemiskinan. Saat ini daerah otonom Ningxia menjadi provinsi percontohan yang laju pertumbuhan ekonominya berjalan sangat cepat di Tiongkok.