PKS Tekankan Ketahanan Bangsa Berawal dari Keluarga
Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menegaskan bahwa ketahanan sebuah bangsa bertumpu pada ketahanan keluarga.
Hal tersebut disampaikan dalam closing talkshow bertema “I’tikaf Bersama Keluarga” dalam rangkaian kegiatan 12 Jam Marathon Quran 1447 H yang digelar pada Ahad, 8 Maret 2026 bertepatan dengan 18 Ramadan 1447 H.
Menurut Kholid, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi fondasi bagi lahirnya bangsa yang kuat.
“Di PKS kami meyakini bahwa ketahanan sebuah bangsa bertumpu pada ketahanan keluarga, karena unit terkecil dalam masyarakat adalah keluarga. Keluarga yang kokoh, kuat, dan religius akan menopang lahirnya bangsa yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai aspek penting kehidupan bermula dari keluarga, mulai dari pendidikan awal anak hingga persoalan kesehatan.
“Di dalam keluarga pula diletakkan pendidikan awal bagi anak. Persoalan kesehatan, termasuk bagaimana memastikan kecukupan gizi agar tidak terjadi stunting, semuanya dimulai dari keluarga,” jelasnya.
Kholid juga menyinggung keutamaan i’tikaf di bulan Ramadan. Menurutnya, i’tikaf merupakan momen refleksi diri dan kedekatan seorang hamba dengan Allah.
“I’tikaf adalah me time kita bersama Allah momen untuk berdoa, bermunajat, dan mengadu hanya kepada-Nya,” ungkapnya.
Namun ia menilai, i’tikaf akan memiliki makna yang lebih mendalam jika dilakukan bersama keluarga.
“Bayangkan ketika kita berdoa lalu diamini oleh anak dan pasangan kita. Demikian juga ketika kita mendengar doa anak-anak kita dan kita mengamininya. Itu adalah momen yang sangat luar biasa,” kata Kholid.
Ia menambahkan, momen tersebut bukan hanya menghadirkan ruang muhasabah spiritual, tetapi juga memperkuat ikatan emosional di dalam keluarga.
“Selain mendapatkan momen muhasabah dengan Allah, kita juga mendapatkan bonding dengan keluarga,” pungkasnya.