PKS: Subsidi Solar Harus Tetap Ada untuk Nelayan Kecil
Trenggalek, 7 Mei 2026 — Gejolak energi dunia mulai berdampak pada sektor perikanan nasional. Pengusaha perikanan tangkap skala besar dan menengah sejak akhir April mulai merasakan kenaikan harga solar nonsubsidi. Sementara itu, nelayan kecil juga menghadapi kendala karena distribusi dan akses solar subsidi yang belum sepenuhnya mudah didapatkan.
Anggota DPR RI Fraksi PKS sekaligus Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan, Riyono Caping menegaskan bahwa subsidi solar bagi nelayan kecil harus tetap dipertahankan demi menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
Saya sudah cek langsung ke nelayan di Trenggalek dan berdialog dengan mereka. Solar subsidi masih aman dan harganya tidak naik. Namun, saat ini belum semua nelayan melaut karena faktor cuaca, terang bulan, dan ombak besar,” ujar Riyono saat melakukan kunjungan di daerah pemilihannya, Pacitan dan Trenggalek.
Berdasarkan catatan APBN, alokasi solar subsidi untuk nelayan di bawah 30 GT pada 2026 mengalami sedikit penurunan sekitar 1,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, alokasi solar subsidi tercatat sebesar 18,41 juta KL dengan realisasi mencapai 18,88 juta KL atau melebihi kuota yang disediakan. Sementara pada 2023, alokasi mencapai 17,40 juta KL dengan realisasi 17,62 juta KL.
Riyono menjelaskan, harga solar subsidi untuk nelayan saat ini sebesar Rp6.800 per liter, yang berarti pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp1.000 per liter.
“Tanpa subsidi, harga solar bisa mencapai Rp7.800 per liter. Harga subsidi ini masih cukup terjangkau dan sangat membantu meringankan beban nelayan kecil kita,” tambahnya.
Menurut Riyono, negara harus hadir secara cepat dan responsif dalam melindungi nelayan kecil di tengah ketidakpastian energi global. Ia menilai keberlangsungan aktivitas nelayan sangat penting bagi ketahanan pangan nasional maupun kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Sebanyak 90 persen protein dunia dari ikan dan hasil laut dihasilkan oleh nelayan kecil. Artinya, menjaga agar mereka tetap bisa bekerja dan melaut sama dengan melindungi hampir 3 juta rumah tangga nelayan di Indonesia,” tegas Riyono.
Dalam dialog bersama nelayan dan para pemangku kepentingan di wilayah pesisir, Riyono menerima sejumlah aspirasi, di antaranya kemudahan akses solar subsidi, stabilitas harga ikan, serta dukungan bantuan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.