PKS Puji Sinergi Kemnaker & KP2MI, Minta Negara Dampingi Pekerja Migran Sampai Jadi Wirausaha

Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhamad Rusdi
Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhamad Rusdi

Jakarta, 15 Juli 2025 — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik langkah strategis yang dilakukan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Abdul Kadir Karding, dalam memperkuat sinergi perlindungan dan peningkatan kompetensi bagi para pekerja migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke luar negeri.

Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS, Muhamad Rusdi, menyatakan bahwa inisiatif kolaboratif antar-kementerian tersebut merupakan terobosan penting dalam memperbaiki tata kelola penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“PKS mengapresiasi sinergi ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi sekaligus memberdayakan para pekerja migran," ujar Rusdi.

"Mereka bukan hanya pengirim devisa, tetapi juga bagian penting dari wajah bangsa kita di mata dunia,” imbuhnya.

Menurut Rusdi, penempatan tenaga kerja ke luar negeri tidak boleh dilihat semata-mata sebagai instrumen ekonomi jangka pendek. 

Lebih dari itu, harus ada visi jangka panjang yang mengintegrasikan aspek perlindungan, pengembangan kapasitas, serta reintegrasi sosial dan ekonomi saat mereka kembali ke Tanah Air.

“Tenaga kerja migran adalah solusi nyata bagi pengurangan angka pengangguran di dalam negeri dan bagian dari pemanfaatan bonus demografi. Tapi peluang ini harus dikelola secara profesional, bermartabat, dan tidak mengorbankan hak-hak dasar pekerja,” jelasnya.

PKS menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam perlindungan terhadap PMI, yang meliputi tiga fase penting, pra-penempatan, masa penempatan, dan pasca-penempatan.

Di tiap fase tersebut, negara harus hadir dengan kebijakan, pendampingan, dan jaminan yang memadai.

“Bukan hanya pelatihan teknis yang perlu ditingkatkan, tetapi juga perlindungan hukum, pendapatan, serta akses jaminan sosial dan kesehatan harus dijamin," kata Rusdi.

"Saat mereka kembali pun, negara harus siap membantu mereka kembali mandiri, bahkan menjadi pelaku usaha di kampung halamannya,” tambah Rusdi.

Lebih lanjut, PKS menyatakan komitmennya untuk terus mendorong hadirnya regulasi yang berpihak kepada pekerja migran, serta penguatan peran negara dalam mendampingi mereka.

"Bagi PKS, pekerja migran adalah bagian tak terpisahkan dari kekuatan pembangunan nasional yang harus dihargai, dilindungi, dan diberdayakan secara berkelanjutan," pungkasnya.