PKS Muda Gelar Diskusi Dampak Merosotnya Nilai Tukar Rupiah
Jakarta (31/05) -- Nilai tukar rupiah atas dolar terus mengalami kemerosotan beberapa bulan terakhir, berdasarkan laporan yang dilansir oleh Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di Bank Indonesia (BI), Kamis (24/05/2018), nilai tukar rupiah sebesar Rp. 14.205 per dolar AS.
Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, PKS Muda yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Muda menggelar diskusi publik membahas mengenai dampak merosotnya nilai tukar rupiah.
"Pemerintah kita selalu berdalih, posisi rupiah hari ini dipengaruhi oleh kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (FED), sehingga katanya wajar jika negara berkembang mengalami dampak tersebut. Tapi pemerintah tidak pernah menjelaskan kepada publik bagaimana sesungguh kondisi fundamental ekonomi nasional kita saat ini," terang Presidium Koalisi Indonesia Muda, Yoandro Edwar, Kamis (31/05/2018).
Lelaki yang akrab disapa Iken ini menjelaskan, faktor internal khususnya ekonomi nasional juga memberikan pengaruh terhadap merosotnya nilai tukar rupiah.
"Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama hanya mencapai 5,06% selanjutnya perekonomian kita terus mengalami stagnasi dalam waktu yang lama," terang Koordinator PKS Muda Nasional tersebut.
Menurut Iken, merosotnya nilai tukar rupiah ini benar-benar menjadi masalah besar bagi masyarakat Indonesa. Karena, dampak dari pelemahan nilai rupiah tersebut adalah naiknya harga pangan yang saat ini banyak diimpor oleh pemerintah.
"Jelas ini akan mempengaruhi harga, apalagi tahun ini pemerintah kota memutuskan untuk mengimpor beras, daging, gula dan garam. Jangan sampai kondisi ini akan menyebabkan inflasi tinggi, apalagi sekarang memasuki bulan ramadhan," tambah Iken.
Bakal Calon Anggota Legislatif Daerah (BCAD) Yogyakarta ini menjelaskan PKS Muda dan Koalisi Indonesia Muda turut prihatin dengan kondisi tersebut.
"Kami cukup resah dengan kondisi tersebut, sehingga dalam diskusi yang akan gelar nanti, kita akan berusaha melahirkan rekomendasi kepada pemerintah dan BI dalam menangani permasalahan tersebut," tutup Iken.