PKS Luncurkan Gerakan Nasional Waste For Aid, Ubah Sampah Jadi Solusi untuk Kemanusiaan
JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim (BELHPI) resmi meluncurkan Gerakan Nasional Waste For Aid bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni.
Ketua DPP PKS Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim, Agus Ismail, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan upaya mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan aksi sosial yang berdampak nyata.
“Gerakan nasional ini menjadi gerakan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi kita sebagai manusia yang diamanahkan Allah untuk menjadi khalifah di bumi tetapi juga secara langsung memberikan manfaat kepada bumi,” ujar Agus.
Menurut Agus, Waste For Aid lahir dari gagasan bahwa sampah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana berbagi. Program ini bertujuan membangun budaya pemilahan sampah sekaligus mengubah sampah bernilai ekonomi menjadi sumber dukungan bagi kegiatan kemanusiaan.
“Kita bangun kesadaran bahwa sampah ini tidak hanya bernilai tetapi juga bisa dijadikan sedekah. Kalau diterjemahkan adalah sampah untuk sedekah, lalu kita branding agar lebih universal, Waste For Aid,” katanya.
Agus menambahkan, gerakan ini diharapkan menjadi gerakan nasional yang menjangkau seluruh struktur partai, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. PKS juga mengambil inspirasi dari praktik di Jepang yang mengedepankan budaya 3R (reduce, reuse, recycle), regulasi yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Tujuan utama yang ingin kita bangun adalah kesadaran bersama. Kita ingin membangun budaya pemilahan sampah di kantor-kantor partai, rumah kader, hingga lingkungan masyarakat. Sampah yang telah dipilah akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, utamanya gerakan kemanusiaan,” jelasnya.
Melalui Waste For Aid, PKS menargetkan terciptanya gerakan yang masif, terukur, dan berkelanjutan.
“Ini merupakan langkah kecil yang kita lakukan bersama-sama. Tentunya harapan kita langkah kecil ini bisa memberikan dampak sebagaimana tujuan yang sudah ditetapkan,” tutup Agus.
Pada kesempatan ini, hadir pula Direktur Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi Mulyanto Diharjo dan Founder Gerakan Pencegah Krisis Planet Taufiq Supriadi yang membagikan pengalamannya tentang pengolahan sampah.