PKS Kota Tangerang Perkuat Pendampingan bagi Ibu dengan Anak Disabilitas
TANGERANG — Ketahanan bangsa dinilai sangat bergantung pada kekuatan unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Namun, beban berat sering kali dipikul oleh para ibu, terutama mereka yang mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) dan kelompok rentan. Menanggapi tantangan tersebut, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Kota Tangerang meluncurkan inisiasi "Aksi Sayangi Rentan dan Disabilitas" (AKSES PKS).
Inisiasi tersebut diresmikan dalam peringatan Hari Ibu bertema "Ibu Sehat, Ibu Bahagia, Lahirkan Keluarga Tangguh" yang digelar di Aula Kantor DPD PKS Kota Tangerang. Acara ini menjadi ruang bagi sekitar 100 perempuan untuk mendapatkan edukasi kesehatan serta dukungan psikologis.
Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Mustafa Ali Ahsan, menekankan bahwa kesehatan mental dan fisik seorang ibu adalah fondasi utama keluarga. "Indonesia akan kuat jika keluarganya kuat. Dan keluarga kuat lahir dari ibu yang sehat dan bahagia," ujar Mustafa dalam keterangannya, Selasa (30/12).
Langkah konkret dari inisiasi ini adalah pembentukan jejaring "Sahabat Inklusi" di 13 kecamatan di Kota Tangerang. Para kader di tingkat akar rumput diharapkan menjadi pendamping bagi para ibu pejuang disabilitas agar mereka tidak merasa berjuang sendirian dalam menghadapi tantangan sosial maupun ekonomi.
Ketua BIPEKA DPD PKS Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas bidang ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Sebagai bentuk kepedulian nyata, organisasi menyalurkan 52 paket bantuan "Tanda Cinta" kepada ibu penggerak PKK, ibu tunggal (single parent), dan ibu yang merawat penyandang disabilitas.
Dukungan serupa datang dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tangerang. Wakil Ketua II GOW, Yuniarti, berharap sinergi antara organisasi wanita dan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dapat mempercepat penguatan ketahanan keluarga di wilayah tersebut.
Selain dukungan moril, peserta mendapatkan pembekalan medis dari dr. Yulita Ariana, Sp.A mengenai penyimpangan tumbuh kembang anak. Hal ini dinilai krusial agar para orang tua dapat melakukan deteksi dini dan penanganan yang tepat bagi anak-anak mereka.
Sesi berbagi juga menghadirkan Bunda Risris, seorang pemerhati inklusi yang juga ibu dari dua anak berkebutuhan khusus. Ia menekankan pentingnya penerimaan diri dan rasa syukur sebagai kunci kebahagiaan bagi ibu yang memiliki tantangan serupa.
Sebagai program berkelanjutan, diluncurkan pula Sekolah Keluarga Indonesia (SORGA) Kota Tangerang. Program dengan slogan "Keluarga Kuat, Bangsa Berdaulat" ini diproyeksikan menjadi ruang belajar bagi orang tua untuk meningkatkan kapasitas pola asuh dan penguatan ekonomi domestik.
Melalui rangkaian program ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih berkeadilan dan berpihak pada kelompok rentan, memastikan bahwa setiap ibu memiliki sistem pendukung yang memadai dalam menjalankan peran domestik maupun sosialnya.