PKS dan PAP Perkuat Kolaborasi Regional dalam Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima kunjungan delegasi Women’s Wing People’s Action Party (PAP) Singapura di Kantor DPP PKS, Jakarta, dalam rangka mempererat persahabatan serta memperkuat kerja sama regional di bidang pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga.

Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) PKS, Eko Yuliarti Siroj, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut.

“Kehadiran sahabat sekalian adalah sebuah kehormatan dan momentum yang sangat berharga untuk mempererat persahabatan, memperkuat saling pengertian, dan membangun kerja sama yang konstruktif antarorganisasi politik perempuan di kawasan,” ujarnya.

Eko menegaskan bahwa PKS memandang perempuan sebagai aktor strategis dalam membangun peradaban perempuan, penggerak masyarakat, menjaga nilai-nilai sosial, dan mitra penting dalam pembangunan bangsa.

“Kami meyakini bahwa penguatan peran perempuan di ruang publik harus berjalan seiring dengan penguatan institusi keluarga. Bagi kami, keluarga adalah fondasi utama ketahanan bangsa. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat dan negara pun menjadi kokoh,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan Bipeka PKS seperti Rumah Keluarga Indonesia (RKI), layanan konsultasi keluarga, forum ayah, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga pendidikan dan pelatihan perempuan. Menurutnya, program-program tersebut berpotensi menjadi ruang kolaborasi bersama PAP.

Sementara itu, Ketua Women’s Wing PAP, Sim Ann, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat PKS.

“Kami sangat senang dan merasa terhormat memiliki peluang mengunjungi salah satu partai besar di Indonesia. Kami tahu PKS memiliki banyak pengalaman dalam mobilisasi lapangan, advokasi politik, dan pelayanan publik kepada masyarakat. Ini adalah area-area yang ingin kami pelajari lebih baik dari Anda,” katanya.

Sim Ann menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan PAP Women’s Wing untuk belajar dari negara tetangga.

“Sebagai perempuan, kami percaya pada pembelajaran dan berbagi. Banyak hal menjadi lebih ringan ketika kita belajar dari apa yang telah dilakukan saudara-saudara kita,” ujarnya.

Ia berharap hubungan baik antara PKS dan PAP dapat terus berkembang.

“Kami menantikan pertukaran pembelajaran berikutnya dan berharap dapat menyambut PKS di Singapura di masa mendatang,” tutupnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih luas dalam penguatan keluarga, pendidikan perempuan, perlindungan anak, dan pengembangan kepemimpinan perempuan di kawasan Asia Tenggara.