Pemprov Jabar Bidik Kenaikan Kinerja IPM
BANDUNG (25/11) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat merespons perubahan perhitungan UNDP (United Nations Development Program) tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mulai tahun 2015.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menargetkan peningkatan kinerja IPM berdasarkan indikator yang ditetapkan UNDP, yaitu mencakup kesehatan dan pendidikan. Ia mencontohkan perubahan di bidang pendidikan yang tidak lagi menggunakan indikator AMH (Angka Melek Huruf), karena capaian Jabar sudah di atas 95%.
“Di bidang kesehatan, perhitungan IPM berdasarkan angka harapan hidup, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi. Sedangkan di bidang pendidikan, meliputi RLS (Rata Lama Sekolah) dan AHLS (Angka Harapan Lama Sekolah),” kata Aher di Bandung, Rabu (25/11/2015).
Menurut Aher, dengan perubahan perhitungan itu, pihaknya menargetkan IPM tahun 2016 mencapai 75,50-76,00. IPM tahun 2015 sendiri belum muncul angka finalisasi, namun sebagai gambarannya, IPM 2014 sebesar 74,28.
Aher menjelaskan, target 2016 di bidang kesehatan meliputi Angka Harapan Hidup (AHH) sebesar 70,5 tahun, Angka Kematian Ibu (AKI) 205 per 100.000 kelahiran hidup, dan Angka Kematian Bayi (AKB) 26 per 1.000 kelahiran hidup.
"Namun demikian, capaian angka final tahun ini belum bisa diperoleh semua karena masih berjalan. Tapi gambaran besarnya sudah ada. Pemprov Jabar menetapkan target dengan melihat proyeksi gambaran tersebut," jelasnya.
Sementara di bidang pendidikan, parameter utama yakni RLS tahun 2014 sebesar 8,34 dan ditargetkan tahun 2016 mencapai 8,50-8,75 atau rata-rata tingkat pendidikan dasar-menengah-tinggi seluruh warga Jabar mencapai 8,5 tahun.
"Kami sangat concern terkait IPM pendidikan ini. Apalagi, jelang persiapan alih kelola SMA dan SMK oleh Pemprov Jabar tahun 2017 nanti, yang di dalamnya termasuk pembangunan unit sekolah baru SMA dan SMK. Ini juga terkait misi Pemprov lainnya, seperti peningkatan kesejahteraan Guru non-PNS di daerah terpencil dan perbatasan," tukasnya.
Keterangan Foto: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat