Peluncuran Waste For Aid PKS, Direktur BSIP Bekasi Tekankan Pentingnya Pemilahan Sisa Makanan dari Sumbernya

JAKARTA — Direktur Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi, Mulyanto Diharjo, menyambut positif peluncuran Gerakan Nasional Waste For Aid yang diinisiasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam kegiatan yang digelar oleh Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim (BELHPI) PKS tersebut, Mulyanto berbagi pengalaman mengembangkan ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Bekasi.

“Apresiasi untuk kami bisa sharing tentang Bank Sampah Induk Patriot di forum yang cukup strategis. Mudah-mudahan bisa ikut berkontribusi tentang bank sampah dan khususnya bank sampah induk di Kota Bekasi,” ujar Mulyanto.

Ia menjelaskan, keterlibatannya dalam pengelolaan lingkungan berawal dari pengolahan sisa makanan yang kemudian berkembang menjadi pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF). Saat ini, sebanyak 250 kepala keluarga binaannya mampu mengelola sekitar 80 kilogram sisa makanan setiap hari.

Menurut Mulyanto, akar persoalan sampah justru terletak pada sampah organik. “Kalau mau menyelesaikan masalah sampah, selesaikan sisa makanan terlebih dahulu. Kalau kita sekarang dengar darurat sampah, kita masih sering berasumsi yang menyebabkan masalah sampah itu jenis plastik. Plastik itu tidak darurat, jadi sampah yang darurat itu organik, sisa makanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah. “Ketika sisa makanan dipisah maka barang bekas sampah anorganik lainnya tidak kotor, tidak ada bau, tidak ada tikus, dan tidak menjadi permasalahan lingkungan,” ujarnya.

Mulyanto juga memaparkan perkembangan BSIP Kota Bekasi yang kini membina lebih dari seribu bank sampah unit di berbagai wilayah. Menurutnya, kolaborasi antara warga, bank sampah, pemerintah, dunia usaha, dan industri daur ulang menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi sirkular.

Sebagai penutup, ia menyampaikan tiga pesan utama kepada masyarakat. “Solusi mengatasi sampah adalah pisahkan sisa makanan terlebih dahulu. Kedua, jangan komplain sampah selagi masih membuang sampah. Ketiga, buang sampah hanya memindahkan masalah. Buang sampah adalah cara egois, yang penting tempat kita bersih tanpa peduli tempat orang lain kotor,” pungkasnya.