Pada Milad Ke-24, PKS Bangun Charging Station Tenaga Surya, Dorong Kemandirian dan Ketahanan Energi Masyarakat

JAKARTA (26 April 2026) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan yang mudah diakses masyarakat. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menghadirkan fasilitas charging station berbasis tenaga surya di lingkungan kantor partai sebagai bagian dari edukasi sekaligus implementasi kemandirian energi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PKS Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Agus Ismail, dalam acara 2+4 Hour Live Stream Puncak Milad ke-24 PKS, Ahad (26/4/2026), yang disiarkan langsung melalui PKS TV.

Menurut Agus, pembangunan fasilitas pengisian daya berbasis energi surya merupakan bagian dari upaya nyata PKS dalam membangun ketahanan energi yang berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat dimulai dari langkah sederhana.

"Ini adalah pembangkit listrik tenaga surya yang digunakan untuk men-charge handphone. Saat ini memang masih terbatas untuk pengisian daya handphone, tetapi ini merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan energi yang menjadi salah satu gagasan utama dalam Milad PKS saat ini," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara di wilayah khatulistiwa memiliki potensi energi matahari yang sangat besar dan seharusnya mampu memanfaatkan sumber daya tersebut secara optimal. Kemandirian energi, menurutnya, harus menjadi agenda strategis bangsa, mengingat sebagian kebutuhan energi nasional masih bergantung pada impor.

"Kita berbicara tentang kedaulatan energi. Kita sebagai bangsa harus memiliki pilihan mengenai energi apa yang akan kita gunakan. Saat ini sebagian kebutuhan energi kita masih bergantung pada impor. Bahkan beberapa waktu lalu harga BBM mengalami kenaikan karena masih adanya ketergantungan pada impor energi," jelasnya.

Agus menambahkan bahwa negara-negara dengan potensi sinar matahari yang lebih kecil justru telah lebih maju dalam pemanfaatan energi surya. Oleh karena itu, Indonesia perlu mempercepat langkah menuju kemandirian energi dengan memanfaatkan potensi yang tersedia.

"Kita berada di wilayah khatulistiwa dengan potensi sinar matahari yang sangat besar. Jangan sampai kita kalah dengan negara-negara empat musim. Karena itu, kita harus mampu mandiri, karena sumber daya matahari kita jauh lebih besar," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ide pembangunan charging station tenaga surya berangkat dari kebutuhan sederhana di lingkungan kantor, namun memiliki nilai edukatif dan inspiratif bagi masyarakat. Saat ini, fasilitas serupa mulai dihadirkan di berbagai kantor DPD PKS agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat sekitar.

"Charging station ini berangkat dari kebutuhan sederhana di depan kantor, dan sekarang mulai diadakan di kantor-kantor DPD PKS agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Tim Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim DPP PKS, Indra, menjelaskan bahwa penggunaan energi dalam skala kecil jika dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar terhadap penghematan energi nasional.

"Terkait implementasi di bidang energi, kita memiliki contoh sederhana berupa charging station. Misalnya, jika satu orang mengisi daya handphone sebesar 10 watt, lalu ada 1 juta orang yang melakukan hal yang sama, maka total kebutuhan energinya mencapai sekitar 10 megawatt. Jika energi sebesar itu harus dibangun dalam bentuk pembangkit listrik konvensional, maka biayanya bisa mencapai sekitar 20 hingga 40 miliar rupiah," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ke depan energi fosil akan semakin terbatas, sehingga pemanfaatan energi terbarukan seperti energi matahari menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

"Ke depan, energi fosil akan semakin terbatas dan pada akhirnya akan habis. Sementara itu, kita memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah, yaitu energi matahari. Ini adalah bagian dari upaya PKS dalam membangun ketahanan energi yang berkelanjutan," pungkasnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PKS menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berbicara tentang ketahanan energi, tetapi juga menghadirkan contoh nyata di tengah masyarakat sebagai bagian dari transformasi semangat Milad ke-24 PKS, dari perayaan menjadi gerakan.