Mukadimah Kajian Kitab di PKS, KH Syukron Makmun Paparkan Makna Toleransi

Asep Sopian/PKSFoto
Asep Sopian/PKSFoto

Jakarta (5/2) - Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta KH. Syukron Makmun mengatakan bahwa Islam adalah agama yang memiliki toleransi tinggi. Menurut dia, toleransi itu saling menghormati bukan menganggap semua agama sama.

Hal tersebut disampaikan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu saat memberikan mukadimah dalam Kajian Kitab Irsyadus Saari, kitab kumpulan karya Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang No. 82, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020)

"Toleransi itu bukan menganggap semua agama sama. Melainkan toleransi itu hanya sekadar saling hormat-menghormati. Orang Kristen ke Gereja tidak usah kita halang-halangi. Kita hormati mereka, saling harga-menghargai. Hidup rukun, mengapa? Karena dalam Islam mengenal konsep 'laa ikraha fiddin qod tabayyana rusydu minal ghayyi'' tidak ada paksaan dalam beragama," kata dia.

"Ajaran Islam sudah memberikan mana yang petunjuk mana yang sesat. Jadi kita tidak perlu lagi memaksa mereka," tekan dia.

Jadi toleransi itu, kata dia lagi, sebatas hormat-menghormati. Rukun antarumat beragama. Bukan berarti membenarkan semua agama.

"Toleransi itu ada batasnya. Jangan mencela kepada mereka yang menyembah selain Allah, nanti mereka akan mencela Allah," ucap Kyai Syukron.