Melongok Kepribadian Sang Presiden di Mata Sang Guru – Bag. 4 – Selesai

Bintang di Dalam dan Luar Pesantren

Makassar (26/2) - Jika Anis menjadi presiden RI, maka Shamsi Ali jadi menteri luar negerinya. Demikian dikatakan Abdul Djalil dalam wawancaranya kepada tim media PKS Sulsel.

Anis Matta menyelesaikan pendidikan di Darul Arqam pada tahun 1986 sebagai lulusan terbaik. Dia menjadi bintang di Darul Arqam, tidak ada yang bisa menggeser Anis dari posisi pertama hingga kelulusannya. Abdul Djalil menuturkan bahwa salah satu santri yang sama cerdasnya dengan Anis Matta adalah Shamsi Ali, santri dari Kajang Bulukumba yang saat ini menjadi Imam Besar di Amerika Serikat. Shamsi Ali adalah Junior Anis Matta.

“Anis angkatan 1986 sedang Shamsi Ali angkatan 1987. Mereka sama-sama cerdas," ungkap salah satu pendiri Yayasan Pembina Dakwah Islamiyah itu.

Lelaki yang juga perintis Pesantren Darul Istiqamah ini menyatakan bahwa Jika Anis Matta menjadi Presiden RI maka Shamsi Ali layak menjadi menteri luar negeri.

“Mereka adalah sosok yang cerdas, sahabat akrab, jiwa leadership ada pada diri mereka," lanjut guru yang juga menjadi calon DPD RI nomor urut 4 ini.

Bintang Darul Arqam itu serasa tidak pernah redup, setelah kelulusannya dari pesantren, Anis melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Kecerdasannya terus bersinar hingga ia ditawarkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 di Saudi Arabia. Namun Anis menolaknya, ia lebih memilih keasyikannya dalam tarbiyah di bumi pertiwi.

Keputusan Anis sempat merisaukan sang guru. Namun Djalil meyakini bahwa Anis sudah menimbang-nimbang keputusannya.

"Saya lebih memilih untuk dalam tarbiyah disini ustadz (di Indonesia. red)," ujar Anis saat itu.

Anis menjelaskan alasannya bahwa ia lebih memilih gerakan tarbiyah yang kini menjadi cikal bakal berdirinya Partai Keadilan yang saat ini telah berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Lihatlah, itu adalah keputusan yang tepat, dia memang cerdas dan penuh pertimbangan. Gerakan tarbiyah yang dia pilih menjadikannya dikenal seperti sekarang," kata Abdul Djalil sembari tersenyum mengisahkan Anis Matta.

Dengan kesibukannya yang sangat padat sebagai presiden PKS dan salah satu kader yang dijadikan calon presiden dari PKS, Anis tidak sendiri dalam menjalani tugasnya. Ahmad Sahal, anak ke-4 dari gurunya menjadi sekretaris pribadinya hingga kini.

Pesan Sang Guru untuk Sang Presiden

Abdul Djalil tidak meragukan kemampuan murid terbaiknya itu. Menurutnya, Anis memang layak menjadi Presiden RI.

"Niat untuk menjadi RI-1 harus dipermantap, karena kamu memenuhi persyaratan untuk itu," pungkasnya.