Melongok Kepribadian Sang Presiden di Mata Sang Guru – Bag. 3
Sosok Cinta Membaca dan Menulis
Makassar (26/2) - Siapa yang tidak mengenal Anis Matta dengan buku "Serial Cinta"nya. Ternyata putra kelahiran Bone itu telah memulai karir menulisnya saat dia masih di Pesantren Darul Arqam, tulisan sastra berupa puisi pernah dimuat di koran lokal, dan tulisannya juga sering menghiasi buletin iqro, buletin yang diterbitkan oleh Pesantren Darul Arqam.
Anis adalah sosok yang selalu menggunakan waktunya dengan baik, tidak ada waktu yang dibiarkan terbuang percuma, dia selalu mengisi waktu luangnya dengan membaca.
“Makanya kalau dia berbicara, dia bisa menyambungkan peristiwa-peristiwa, itu semua didapat dari membaca,” ungkap lelaki pendiri Pesantren Darul Aman itu.
Menjadi Sekretaris Sejak Aliyah
Abdul Djalil pernah mengatakan bahwa jika ingin menjadi ketua yang sukses, jadilah sekretaris yang sukses. Hal ini diterapkan dengan baik oleh Anis Matta dalam sepak terjanganya di dunia organisasi.
Sebelum menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta adalah Sekretaris Jenderal sejak Partai Keadilan terbentuk pada tahun 1998.
Pengalaman menjadi sekretaris ternyata sudah dijalani oleh bintang Darul Arqam itu sejak kelas 5 (2 Aliyah). Saat itu Anis menjadi sekretaris OSIS yang diketuai oleh Thalabuddin Welete
Abdul Djalil yang juga pembina OSIS sengaja menempatkan Anis sebagai sekretaris karena dia melihat ada karakter kepemimpinan dalam dirinya.
“Sekretaris yang sukses bisa menjadi ketua yang sukses, sedang ketua yang sukses belum tentu menjadi sekretaris yang sukses,” kata Abdul Djalil kepada Anis Matta saat itu.
Anis menjalankan tugasnya sebagai sekretaris OSIS selama satu tahun, Djalil menganggap bahwa dia sukses menjadi sekretaris saat itu.
Bintang di Dalam dan Luar Pesantren
Jika Anis menjadi presiden RI, maka Shamsi Ali jadi menteri luar negerinya. Demikian dikatakan Abdul Djalil dalam wawancaranya kepada tim media PKS Sulsel.
Anis Matta menyelesaikan pendidikan di Darul Arqam pada tahun 1986 sebagai lulusan terbaik. Dia menjadi bintang di Darul Arqam, tidak ada yang bisa menggeser Anis dari posisi pertama hingga kelulusannya. Abdul Djalil menuturkan bahwa salah satu santri yang sama cerdasnya dengan Anis Matta adalah Shamsi Ali, santri dari Kajang Bulukumba yang saat ini menjadi Imam Besar di Amerika Serikat. Shamsi Ali adalah Junior Anis Matta.