Legislator PKS: Tabrakan KRL–Argo Bromo di Bekasi Timur Alarm Keras, Desak Investigasi Total dan Evaluasi Sistem Keselamatan
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Abdul Hadi, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04) malam. Hingga Selasa (28/04), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 14 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Saya menyampaikan simpati, empati, dan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Saya juga meminta agar seluruh korban luka mendapatkan penanganan maksimal dari KAI dan fasilitas kesehatan, tanpa kompromi,” ujar Abdul Hadi dalam keterangannya.
Menurutnya, insiden ini merupakan alarm keras bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional dan tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa. Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek persinyalan, proteksi perjalanan kereta, serta pengamanan perlintasan sebidang.
“Peristiwa ini menegaskan bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama. Ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi sinyal adanya potensi persoalan sistemik yang harus segera dibenahi,” tegasnya.
Abdul Hadi mendesak Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan berbasis pada semua aspek, baik faktor manusia, teknis, maupun sistem operasional.
Ia secara khusus menyoroti rangkaian kejadian yang diduga menjadi pemicu kecelakaan, termasuk insiden awal ketika sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan setelah Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan rangkaian KRL tertahan di stasiun, sebelum akhirnya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.