Lebih dari 800 Penggerak PEK Ikuti Training for Trainer Bipeka DPP PKS
JAKARTA — Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Training for Trainer (TFT) Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) secara daring pada Sabtu, (24/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 800 peserta yang merupakan pengurus dan penggerak PEK PKS dari berbagai wilayah di Indonesia. TFT PEK ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen PKS dalam memperkuat ketahanan keluarga anggota PKS melalui jalur ekonomi.
Dalam sambutannya, Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPP PKS, Eko Yuliarti Siroj, menegaskan bahwa ekonomi memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan keluarga.
“Banyak keluarga yang berantakan karena persoalan ekonomi, bahkan anak muda enggan menikah karena faktor ekonomi. Karena itu, PEK hadir sebagai ikhtiar kita dalam mendukung ketahanan keluarga,” ujarnya.
Eko juga menyoroti bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba sebagai momentum strategis pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, perputaran ekonomi di bulan suci sangat besar dan penuh keberkahan.
“Ramadhan adalah milik kaum Muslimin. Keuntungan dari Ramadhan harus bisa diraih sebesar-besarnya oleh umat Islam. Ini momentum penting untuk mengoptimalkan program PEK,” jelasnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa peluang lain datang dari kebijakan pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dapat dimaksimalkan dengan keterlibatan aktif anggota PKS. Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan ini, Eko mengingatkan peserta agar tetap optimistis dan terus mencari peluang.
Sementara itu, Keynote Speech yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PKS sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Kholid, menyoroti bahwa persoalan ekonomi menjadi perhatian serius bagi PKS.
“Banyak anggota PKS yang membutuhkan penguatan ekonomi. Ini menjadi tantangan bagi kita sebagai entitas politik,” ungkapnya.
Karenanya PKS saat ini menetapkan arah kebijakan strategis K2P2, yaitu Kader, Kaderisasi, Pelayanan Publik, dan Pemenangan Pemilu. Kerangka ini berfokus pada peningkatan kualitas hidup kader melalui pendidikan yang baik, kemandirian ekonomi, serta kesehatan jasmani dan rohani.
“Karena itu, aspek kader dan kaderisasi menjadi prioritas program unggulan PKS tahun 2026,” tegasnya.
Rangkaian TFT PEK diisi dengan materi yang aplikatif dan inspiratif. Sesi pertama disampaikan oleh Tati Kancaniati, Founder Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru (KWBT), yang membahas orientasi dan nilai dasar pemberdayaan, konsep dasar pemberdayaan ekonomi keluarga, serta peta masalah ekonomi keluarga.
Sesi kedua diisi oleh Iis Istiqamah, Sekretaris Bidang Perempuan dan Keluarga DPP PKS sekaligus praktisi pemberdayaan masyarakat, yang mengulas mindset pemberdayaan ekonomi keluarga serta pengantar Business Model Canvas (BMC) dan pemetaan potensi lokal.
Pada sesi ketiga, Sugiyanti, Owner BC HNI Jakarta Timur 2, berbagi praktik baik terkait harapan, etika, tujuan, dan peran pendamping dalam program Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Keluarga (PPEK).
Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan dan diskusi aktif yang berlangsung sepanjang sesi. Melalui Training for Trainer ini, Bipeka DPP PKS berharap para pengurus dan penggerak PEK di seluruh Indonesia semakin siap menjalankan peran sebagai pendamping yang profesional, berdaya, dan solutif. Dengan penguatan kapasitas pendamping serta pemahaman yang komprehensif tentang pemberdayaan ekonomi keluarga, program PEK diharapkan dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kemandirian ekonomi anggota PKS serta penguatan ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman.