Ketua RT Taufiq: Indonesia Hanya Butuh Keteladanan untuk Menjaga Bumi
JAKARTA — Founder Gerakan Pencegah Krisis Planet, Penggagas Survival Architecture Indonesia, yang juga viral sebagai Ketua RT 08/RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Taufiq Supriadi, mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gerakan nyata yang dimulai dari lingkup terkecil.
Pesan tersebut disampaikan dalam Launching Gerakan Nasional Waste For Aid yang diselenggarakan Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim (BELHPI) PKS yang bertepatan dengan Hari Peringatan Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat, (5/6/2026) di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta.
Dalam paparannya, Taufiq menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan praktik-praktik baik dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, publikasi kegiatan lingkungan bukanlah bentuk pamer, melainkan sarana edukasi dan inspirasi.
“Saya mau titip pesan, sekarang zamannya media digital. Niatkan apa yang kita lakukan terkait kebaikan lingkungan untuk mengajarkan dan menunjukkan bahwa kita telah berbuat. Niatkan bukan untuk ria atau pamer, tetapi tunjukkan kepada dunia bahwa kita berbuat baik untuk menjaga bumi,” ujarnya.
Taufiq memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan bersama warga di kawasan padat penduduk yang mereka sebut sebagai Survival Architecture Indonesia. Dari pengelolaan sampah, composting, hingga pemanfaatan teknologi digital, berbagai langkah tersebut berhasil mengubah kawasan yang minim ruang terbuka menjadi laboratorium hidup pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“Kami berkomitmen dari lorong sempit lahir solusi besar. Kalau satu RT bisa, Indonesia berarti bisa berubah,” kata Ketua RT yang berhasil membawa lingkungannya dikenal di kancah dunia.
Ia juga menyambut baik Gerakan Nasional Waste For Aid PKS yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan nilai ekonomi dan kemanusiaan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak boleh berhenti pada sampah anorganik saja, tetapi juga harus mencakup sampah organik yang menjadi salah satu sumber persoalan lingkungan.
Menutup paparannya, Taufiq mengajak seluruh peserta untuk menjadi teladan dalam menjaga lingkungan.
“Indonesia bisa menjadi besar bukan dari gedung tinggi, tetapi dari lingkungan yang dijaga. Kalau Indonesia masih punya harapan, berarti Indonesia hanya butuh keteladanan. Bapak dan Ibu jadilah orang yang memberikan keteladanan,” pungkasnya.