Jelang Idul Fitri Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Aman
Jakarta – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 H atau lebaran Tahun 2013 pemerintah harus memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun elpiji tersedia di pusat-pusat distribusi bagi masyarakat pemudik. Peristiwa migrasi tahunan ini harus dilakukan dengan persiapan yang matang oleh Pemerintah, karena akan menyebkan lonjakan konsumsi BBM maupun elpiji dibandingkan hari-hari biasanya.
Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS Rofi Munawar meminta agar pemerintah mampu menginventarisir berbagai potensi dan kendala dalam proses distribusi BBM sepanjang jalur utama mudik lebaran. “Pemerintah harus menjamin pasokan BBM bagi pemudik minimal H-7 hingga H+7 di sepanjang jalur mudik, bukan hanya di Pulau jawa namun juga di daerah lain tujuan mudik lebaran,” ujar anggota legislatif daerah pemilihan Jawa Timur VII ini.
Pertamina memperkirakan pemakaian BBM dan LPG pada masa puasa dan lebaran umumnya naik dengan besaran masing-masing Premium naik 14% dari rata-rata harian normal 80.926 KL menjadi 91.830 KL, Avtur naik 8.6% dari rata-rata harian normal 10.619 KL menjadi 11.536 KL dan LPG naik 6.6% dari rata-rata harian normal 17.612 MT menjadi 18.781 MT. Adapun Solar turun 4.9% dari rata-rata harian normal 40.626 KL menjadi 38.628 KL
Rofi' menambahkan, jumlah kendaraan yang akan mudik diperkirakan pada 2013 naik 3,72 persen menjadi 6,2 juta unit terdiri atas kendaraan umum, pribadi maupun kendaraan roda dua. Diharapkan kesiapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tentu harus ditingkatkan karena akan menampung lebih banyak konsumen, karenanya kesiapan teknis maupun infrasturktur fasilitas pendukung SPBU perlu diperhatikan.
“Jumlah kendaraan roda dua harus menjadi perhatian tersendiri bagi pengelola SPBU, biasanya mereka akan menjadikan SPBU sebagai tempat peristirahatan selain pengisian ulang BBM. Perlu dilihat kemungkinan adanya penambahan tangki pengisian di SPBU-SPBU, untuk mencegah antrian yang panjang,” ungkap Rofi'.
Rofi juga meminta pihak Pertamina untuk berkoordinasi dengan aparatur keamanan pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk kelancaran pasokan distribusi BBM maupun elpiji. Koordinasi ini harus dilakukan lebih intensif menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada H-4.
“Untuk elpiji selain kesiapan pasokan di sentra-sentra mudik lebarana, makan Pertamina juga harus memonitoring harganya dengan seksama. Karena momentum hari raya dari pengalaman sebelumnya seringkali dijadikan alasan untuk menaikan harga secara sepihak oleh beberapa penjual,” tegas Rofi’.
Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan spesifik, Jum’at (26/7) terkait kesiapan pasokan BBM, LPG, Avtur, dan Listrik Menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah, di Terminal BBM Surabaya Grup. DPR RI meminta Pertamina memberi jaminan persediaan bahan bakar minyak (BBM) dapat memenuhi permintaan masyarakat selama Lebaran 1434 Hijriah.